Anggaran Pendidikan Naik, Percetakan Kian Untung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswi menunjukan buku pelajaran baru kurikulum 2013 di SMA 68 Jakarta (15/07). Di mulai hari ini Kemendikbud menerapkan kurikulum baru 2013 saat seluruh siswa dan siswi masuk sekolah hari pertama. TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang siswi menunjukan buku pelajaran baru kurikulum 2013 di SMA 68 Jakarta (15/07). Di mulai hari ini Kemendikbud menerapkan kurikulum baru 2013 saat seluruh siswa dan siswi masuk sekolah hari pertama. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggaran pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 yang bernilai Rp 404 triliun ternyata membawa keuntungan bagi industri percetakan. Pasalnya, dari jumlah anggaran itu, ada alokasi untuk membuat buku pelajaran. (Baca: Kurikulum 2013, Tangerang Habiskan Rp 500 Miliar)

    Menurut Presiden Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia Jimmy Juneanto, pada 2015, industri percetakan bisa meraup pesanan senilai Rp 24,24 triliun hanya dari proyek APBN. "Dalam anggaran yang tercantum dalam RAPBN, alokasi untuk percetakan buku sebesar 6 persen," katanya di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Agustus 2014.

    Karena besarnya nilai itu, Jimmy pun optimistis industri kertas memiliki banyak kesempatan untuk mengalami pertumbuhan. Walau pertumbuhan industri percetakan lebih rendah dibandingkan dengan industri kemasan. (Baca: Tahun Ini Semua Sekolah Terapkan Kurikulum 2013 )

    Jimmy mengatakan industri percetakan dan industri kemasan memiliki hubungan yang erat. "Setiap melakukan kemasan, pasti akan melakukan percetakan," katanya.

    Perlu diketahui, anggaran pendidikan dari tahun 2012 hingga 2014 mengalami peningkatan. Pada 2012, APBN untuk pendidikan senilai Rp 345,3 triliun. Dari jumlah itu, pencetakan buku mendapat Rp 20,718 triliun. Sedangkan pada 2013, APBN untuk pendidikan senilai Rp 372,2 triliun, sudah termasuk pencetakan buku Rp 22,272 triliun. (Baca: Ahok Akan Tambah Besaran KJP 2015)

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Kiai Pro-Prabowo: Jika Tidak PSU, MK Cacat
    Tiga Kader Golkar Gugat Ical Rp 1 Triliun
    Candi Borobudur Disebut Jadi Target Teror ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.