Impor Gula Mentah Dibuka, Begini Dampaknya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petani tebu, pekerja tebu Indonesia, serta karyawan pabrik gula melakukan aksi dijalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (21/12). Aksi yang diikuti oleh ribuan orang  ini sebagai bentuk penolakan para petani tebu terhadap rencana Menteri Perdagangan yang akan membebaskan peredaran gula rafinasi yang berasal dari gula mentah impor. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah petani tebu, pekerja tebu Indonesia, serta karyawan pabrik gula melakukan aksi dijalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (21/12). Aksi yang diikuti oleh ribuan orang ini sebagai bentuk penolakan para petani tebu terhadap rencana Menteri Perdagangan yang akan membebaskan peredaran gula rafinasi yang berasal dari gula mentah impor. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor gula mentah untuk semester kedua 2014 sebanyak 502 ton. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Haryono menyebut penerbitan izin impor ini akan memberi dampak positif dan negatif.

    "Kebijakan ini seperti dua mata pisau, mengangkat satu pihak tapi menjatuhkan pihak lainnya," ujar Haryono kepada Tempo, Rabu, 13 Agustus 2014.

    Haryono menuturkan, secara positif, izin impor gula akan menambah suplai gula dalam negeri. Selama ini kebutuhan industri dalam negeri akan gula mentah belum dapat dipenuhi oleh industri gula nasional. Jadi, dengan adanya impor ini, industri makanan dan minuman tak akan kekurangan bahan baku. (Baca: Impor Gula Rafinasi Segera Dibuka Lagi)

    Namun, di sisi lain, Haryono mengakui bahwa izin impor gula akan mendesak petani tebu lokal. Karena itu, ke depannya nanti, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Dewan Gula Indonesia akan mensinergikan kebijakan terkait dengan produksi gula agar terdapat keseimbangan antara pihak hulu dan hilir. "Kuncinya adalah kesadaran dari semua pihak untuk mau membagi keuntungan mereka."

    Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik Adi Lumaksono mengatakan dampak impor gula ini juga tergantung pada selera pasar di Indonesia. Masyarakat Indonesia, ujar Adi, masih banyak yang menilai suatu produk impor kualitasnya jauh lebih baik dibanding produk lokal. Padahal kenyataannya tidak. "Pemerintah harus lebih gencar sosialisasi produk lokal agar tak tergerus produk impor," tuturnya. (Baca: Dahlan Tagih Janji Importir Gula Rafinasi)

    Namun Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan bahwa gula impor ini harus langsung dijual kepada industri pengguna, tidak kepada distributor. Hal ini dilakukan untuk membatasi masuknya gula impor kepada konsumsi rumah tangga. Kontrak ini, kata Lutfi, akan berlanjut hingga akhir tahun, sisanya akan dikeluarkan pada tahun selanjutnya.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Berita Terpopuler:
    Mau Ganti Dirut PLN, Dahlan Iskan Ditentang Wapres 

    Berumur 30 Tahun, Penumpang Pesawat Dapat Hadiah 

    Menkeu: Subsidi BBM Turun, Defisit APBN 2015 Terpangkas

    Dahlan Iskan Bantah Akan Copot Nur Pamudji 

    Philip Morris Akan Gugat Inggris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.