Pengusaha Taiwan Lirik Investasi di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas bongkar muat dan pembangunan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/2). PT Pelindo II menganggarkan dana investasi Rp 7 triliun pada 2013 atau naik 233% dari dana investasi tahun lalu. TEMPO/Amston Probel

    Aktifitas bongkar muat dan pembangunan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/2). PT Pelindo II menganggarkan dana investasi Rp 7 triliun pada 2013 atau naik 233% dari dana investasi tahun lalu. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa perusahaan Taiwan yang tergabung dalam Sino-Indonesia Cultural and Economic Association menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia. "Mereka ingin tahu fasilitas-fasilitas apa saja yang akan diberikan oleh Kementerian Perindustrian," kata Wakil Menteri Perindustrian Alex S.W. Retraubun di kantornya, Selasa, 11 Agustus. (Baca juga: Taiwan Bakal Bangun Zona Industri di Jakarta)

    Alex mengatakan pemerintah siap memberi fasilitas seperti tax holiday dan tax loans bila perusahaan tersebut jadi berinvestasi di Indonesia. Dalam rombongan tersebut, beberapa investor menyatakan tertarik untuk masuk ke industri tenaga surya, elektronik, dan petrokimia. (Baca juga: Korea Minati Investasi Ikan Sidat)

    Di industri elektronik, misalnya, mereka berniat mendirikan kawasan industri. "Kami rekomendasikan tempatnya di Cirebon, Jawa Barat," ujar Alex.

    Selain itu, dia berjanji, bila investor Taiwan itu tertarik berinvestasi dalam industri tenaga surya, pemerintah akan mempertemukan dengan PT LEN Industri di Bandung guna membahas kesepakatan kerja bersama.

    Meski siap berinvestasi, tutur Alex, perusahaan Taiwan itu belum membicarakan jumlah investasi yang akan dikucurkan. "Semoga tahun ini ada pembicaraan mengenai angka investasinya. Semoga mereka serius berinvestasi di Indonesia, dan kemudian kami formulasikan langkah-langkah secara detail," kata alex.

    Sekretaris Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur Setio Hartono berujar, dalam hal investasi itu dibahas pula tentang kerja sama dengan perusahaan lokal. "Mereka akan investasi dan kerja di Indonesia, jadi kami tawarkan untuk menggandeng mitra lokal," tuturnya.

    Perusahaan Taiwan yang tertarik berinvesitasi di Indonesia antara lain CPC Corporation yang bergerak di bidang petrokimia, CTCI Corporation (konstruksi), dan Shinfox Co Ltd (elektronik). Selain itu, ada Lih Shin Industrial & Trading Co Ltd yang bergerak di bidang perdagangan saham, Gallant Industries Co Ltd (tekstil), King Sun Industry Co Ltd (mesin). Perusahaan lainnya adalah Ezfree Interchange Co Ltd bergerak di bidang rekreasi dan wisata serta Kenmec Mechanical Engineering Co Ltd di bidang mesin.

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Berita Terpopuler
    Jokowi Pilih Empat Tokoh Penasihat Tim Transisi
    Suami-Istri Jatuh ke Jurang Saat Berfoto Selfie 
    Moeldoko Tolak KPK 'Masuk' ke TNI 
    Gabung ISIS, Teroris Bom Bali Ini Tewas
    Di Raja Ampat, Tifatul Minta Naik Fortuner?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.