Sokong Proyek Bandara, BII Kucurkan Rp 1,5 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terminal kedatangan IB dipadati pemudik pada arus balik di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 3 AGustus 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Terminal kedatangan IB dipadati pemudik pada arus balik di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 3 AGustus 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Tangerang - Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) menyokong proyek pengembangan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (persero), khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan mengucurkan Rp 1,5 triliun. Fasilitas pinjaman tersebut untuk jangka waktu sepuluh tahun.

    Penandatanganan perjanjian kerja sama atas fasilitas pinjaman tersebut dilakukan Presiden Direktur BII Taswin Zakaria dan Direktur Utama AP II Tri S. Sunoko dengan disaksikan Direktur Keuangan AP II Laurensius Manurung, Direktur Perbankan Bisnis BII Jenny Wiriyanto, serta EVP BII Ricky Antariksa di kantor pusat AP II, Tangerang, Banten, Senin, 11 Agustus 2014.

    Tri S. Sunoko menyatakan, sebagai salah satu badan usaha milik negara yang mengelola 13 bandara di wilayah barat Indonesia, AP II kini tengah melakukan berbagai pengembangan dan pembangunan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Salah satu pengembangannya adalah pembangunan Terminal 3 Ultimate yang diproyeksikan sebagai terminal penumpang pesawat tercanggih di Indonesia. "Setelah pembangunan Terminal 3 Ultimate selesai tahun depan, kami akan melakukan revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2," ujar Tri Sunoko. (Baca: Tangerang Serahkan Batas Bandara ke Pusat)

    Tri juga mengemukakan bahwa pembangunan lain yang tengah disiapkan di bandara adalah integrated building yang terletak di antara Terminal 1 dan Terminal 2. Bangunan terintegrasi ini diproyeksikan menjadi gedung one stop service, yang di dalamnya terdapat area komersial, mal, hotel, area parkir, stasiun kereta, serta stasiun automated people mover system yang merupakan alat transportasi khusus di dalam area bandara. (Baca: Bandara Indonesia Diarahkan Berkonsep Aerotropolis )

    Namun, setelah melakukan pendekatan dengan beberapa bank, ternyata hanya BII yang dapat memenuhi ekspektasi AP II untuk berperan sebagai kreditor guna memperlancar pengembangan yang tengah dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. "Kami baru pertama kali menghimpun sumber pendanaan dari perbankan, ya dari BII ini," tutur Tri.

    Adapun Taswin Zakaria mengatakan penyediaan fasilitas pinjaman berjangka kepada AP II sejalan dengan misi humanizing financial services, yang merupakan wujud dari komitmen BII untuk mendukung upaya pemerintah di bidang pembangunan infrastruktur di Indonesia. "Termasuk pengembangan bandara sebagai pendukung transportasi udara dan pariwisata." 

    AYU CIPTA

    Berita Terpopuler:
    Rini Soemarno Bicara soal Hubungan dengan Megawati 
    Penyebab Hilangnya Suara Jokowi-Kalla Belum Jelas 

    Lima Pemain MU Ditendang, Kagawa Aman

    Benarkah Megawati Ikut Memilih Tim Transisi? 

    5 Hal Kontroversial tentang Syahrini 

    SBY, Orang Paling Tepat Bantu Transisi Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.