Pendapatan Antam Tergerus Larangan Ekspor Mineral

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Aneka Tambang Unit Geomin. Tempo/Arnold Simanjuntak

    Gedung Aneka Tambang Unit Geomin. Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk menyatakan tahun ini perseroan memperkirakan akan mengalami potensi kerugian (potential lost) akibat pemberlakuan larangan ekspor mineral mentah oleh pemerintah sejak 12 Januari lalu. Direktur Utama Antam Tato Miraza mengatakan potensi kerugian yang akan dialami perseroan tahun ini diperkirakan mencapai US$ 350 – 400 juta.

    “Kerugian itu karena sekitar 35 persen pendapatan perseroan tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya disumbang oleh kontribusi ekspor bijih nikel ke manca negara,” ujarnya di Jakarta, 26 Maret 2014. (Baca juga : Tambang Berhenti Operasi, Target Produksi Feronikel Antam Turun)

    Menurut dia, untuk menekan potensi kerugian itu perseroan sedang menyiapkan beberapa strategi. Di antaranya perseroan akan melakukan efisiensi. Langkah efisiensi yang telah dilakukan Antam antara lain dengan cara negosiasi dengan para pemasok untuk mendapatkan potongan harga.Selain itu Antam juga akan menunda proyek-proyek investasi yang dianggap belum terlalu penting. “Kami menunda dulu untuk mengamankan keuangan perusahaan," ujarnya.

    Tato menjelaskan untuk menambal pendapatan yang akan berkurang, perseroan juga menggenjot realisasi proyek pembangunan pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Diharapkan tahun ini pabrik pengolahan aluminium itu sudah mulai berproduksi dengan target produksi sekitar 130-165 ribu ton. (Lihat juga : Antam Garap Proyek Tayan Tahun Depan )

    Di divisi bisnis penjualan emas, Antam juga akan menggenjot target penjualan logam mulia ini dari hanya 9,3 ton menjadi 13 ton. Selain emas, komoditas lain seperti batubara, juga akan digenjot penjualannya. “Penjualan batubara juga akan dinaikan dengan demikian diharapkan akan membantu keuangan kami,” ujar Tato. (Berita lain : Proyek Antam-Cina di Mempawah Masih Studi Kelayakan )

    Terkait kerjasama antara Antam dengan PT Freeport Indonesia untuk membangun smelter, Tato mengatakan jika prosesnya saat ini masih dalam proses pre feasibility study oleh dua tim baik dari Antam maupun dari Freeport. “Rencananya akhir April akan kami umumkan hasilnya seperti apa,” katanya.

    AMIR TEJO

    Terpopuler :
    Bisnis Travel Online Menjanjikan
    Garap Pasar Al-Quran, Indah Kiat Gandeng PBNU
    Modal Wirausaha Kaum Muda Dikucurkan Usai Pemilu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.