Karyawan PT Semen Gresik Datangi Kantor Menteri Negara BUMN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 300 karyawan PT Semen Gresik Tbk (SG) menggelar aksi demonstrasi di kantor Menteri Negara BUMN di Jakarta. Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan kebijakan untuk melanjutkan hak opsi (put option (PO) PT SG. “Kami menuntut batalkan put option dan mempertahankan 51 persen saham negara di PT Semen Gresik” ujar Tjipto Sumarsono, pimpinan Serikat Pegawai Semen Gresik (SPSG) kepada pers, Rabu (9/1), di Jakarta. Sebanyak 50 orang perwakilan SPSG, sedianya akan bertemu dengan Meneg BUMN Laksamana Sukardi. Namun, batal karena Laksamana sedang menghadap Wakil Presiden Hamzah Haz beserta menteri bidang perekonomian lainnya di Istana Wapres. Akhirnya, mereka hanya berhasil menyatakan dan berdiskusi mengenai tuntutannya dengan Deputi Menneg BUMN bidang Privatisasi dan Restrukturisasi, Mahmudin Yasin. Dia didampingi Direktur Privatisasi Parikesit Suprato serta Gito Warsito, konsultan penjualan PT SG dari PT Bahana. Hingga berita ini diturunkan, masih berlangsung perdebatan panjang antara perwakilan PT SG dengan Mahmudin Yasin. Mereka tetap bersikeras meminta penjelasan dari pemerintah mengenai kelanjutan PO ini dan menuntut agar PO dibatalkan. Sementara itu, dalam waktu bersamaan, di Lapangan Banteng yang berhadapan dengan Gedung Departemen Keuangan sekitar 250 karyawan PT SG lainnya melakukan demo.Di sana mereka menggelar orasi dan memasang sejumlah spanduk. Diantaranya bertuliskan “Tinjau kembali CSPA, cegah kerugian negara di SG”, “Biar bumi berguncang, SG tetap BUMN”, “Selamatkan tanah air dari penjajah asing”, dan “Pemerintah minoritas, karyawan mogok total”. Menurut Toddy Siburian, Technical Manager PT SG, aksi demo ini merupakan kelanjutan dari aksi demo yang digelar kemarin (Selas, 8/1) di depan anggota Komisi V DPR RI dengan tuntutan yang sama. Aksi ini dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Belum diketahui sampai kapan akan berakhir. “Masih menunggu hasil pertemuan teman-teman di Kantor Meneg” ujarnya kepada Tempo News Room, sambil menjelaskan para karyawan ini datang dari Gresik dan Tuban dengan memakai enam bus. Sementara itu, Komisaris Utama PT SG Setiyadi Dirgo, yang tengah mengamati para karyawan PT SG dari mobilnya, menolak berkomentar. “Please, jangan sekarang dik, nanti saja ya” ujarnya singkat. Para karyawan PT SG tiba di lingkungan kompleks Departemen Keuangan (Depkeu) dan Kantor Menneg BUMN di Jakarta, Rabu, sekitar pukul 09.30 WIB. Dari 300 karyawan itu, hanya 50 orang yang diijinkan masuk ke dalam kompleks Depkeu dan Kantor Menneg BUMN. (Ebnu Yufriadi)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.