Indonesia Bisa Jadi Kiblat Ekonomi Negara Muslim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konstestan Hijabers melakukan aksi kampanye untuk sambut kontes Miss World Muslimah di Bundaran Hotel Indonesia, (15/09). Kontes kecantikan bagi wanita berhijab ini diikuti oleh 20 kontestan dari 6 negara yang akan diadakan pada 18 September 2013. TEMPO/Dasril Roszandi

    Konstestan Hijabers melakukan aksi kampanye untuk sambut kontes Miss World Muslimah di Bundaran Hotel Indonesia, (15/09). Kontes kecantikan bagi wanita berhijab ini diikuti oleh 20 kontestan dari 6 negara yang akan diadakan pada 18 September 2013. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Depok - Peneliti komunikasi politik dari Prapancha Research, Achdiat Adi, berpendapat bahwa Indonesia berpotensi menjadi kiblat ekonomi bagi negara-negara muslim di dunia. Tapi, dengan syarat Indonesia mampu memaksimalkan industri berbasis muslim, seperti mode hijab dan buku-buku agama. 

    "Indonesia sudah memiliki basis konsumen awal yang cukup besar," kata Achdiat dalam pemaparan penelitian bertema "Prediksi Kondisi Sosial, Politik, dan Ekonomi Indonesia 2014" di Universitas Indonesia, Depok, Jumat, 3 Desember 2014. 

    Dengan angka penduduk sebesar 204 juta jiwa, kata Achdiat, sebesar 12,7 persennya merupakan penduduk beragama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa basis konsumen di Indonesia sendiri cukup kuat. 

    Dengan begitu, kata Achdiat, Indonesia mampu meningkatkan gross domestic product yang saat ini berada pada angka US$ 876 triliun. Angka tersebut pun menempatkan Indonesia di posisi pertama di antara negara-negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya. "Saat ini Indonesia berada di atas Turki dan Arab Saudi," ujarnya. 

    Angka tersebut merupakan bagian dari hasil penelitian lembaga Prapancha Research yang bertema "Prediksi Kondisi Politik, Sosial, Ekonomi Indonesia 2014". Penelitian itu berbasis perbincangan di media sosial dan lima berita portal di Indonesia selama tahun 2013. 

    AMRI MAHBUB



    Berita lain:
    Omzet Kurang dari Rp 4,8 Miliar, UKM Tak Bayar PPN 
    Wakil Menkeu Minta Pertamina Kawal Harga Elpiji 
    Pemerintah: Ekspor Mineral Mentah Tetap Dilarang
    Penerapan UU Minerba Bisa Kurangi Devisa US$ 5 M 
    Menkeu Kembali Gulirkan Wacana Subsidi Tetap BBM 
    Akhir Pekan, Rupiah Terpeleset 20 Poin 
    BI : Inflasi Sesuai Harapan  

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.