Sabtu, 24 Februari 2018

Lewat Twitter, SBY Umumkan Kenaikan BBM

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 24 April 2013 07:16 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Lewat Twitter, SBY Umumkan Kenaikan BBM

    SBY memberi keterangan pers sebelum meninggalkan tanah air untuk melakukan kunjungan kerja ke tiga negara ASEAN yakni Singapura, Myanmar dan Brunei Darussalam di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (22/4). Kunjungan ke Singapura merupakan kunjungan kerja yang akan berlangsung pada tanggal 22-23 April 2013. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Berada di Singapura dalam acara Thomson Reuters Newsmaker, Presiden Yudhoyono diberondong pertanyaan pengurangan subsidi BBM. Dalam akun @SBYudhoyono, presiden men-tweet bahwa subsidi BBM akan dikurangi. Pengurangan ini dilakukan pemerintah agar APBN dan tingkat fiskal nasional tidak jebol.

    Kendati demikian, melalui 138 karakter di akunnya, Presiden mengatakan akan memberikan subsidi bagi warga yang tidak mampu. "Bagi yang mampu ada kenaikan harga BBM," ketik SBY. Ini dilakukan pemerintah agar ekonomi sehat dan adil untuk rakyat.

    Tahun lalu BBM menghabiskan sekitar Rp 300 triliun. Jumlah ini setara dengan 15 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jika ini dibiarkan, APBN bisa jebol.

    Dalam akun tersebut Presiden Yudhoyono juga mengkritisi perilaku para politisi di Indonesia. Secara gamblang, SBY men-tweet "Penyakit politisi: ketika tidak menjabat mengkritik habis-habisan, tetapi ketika menjabat tidak melaksanakan apa yg dikritiknya," kicaunya dalam akun yang hingga Rabu, 24 April 2013 pukul 00.15 WIB diikuti oleh 1.538.487 follower.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Topik Terhangat:
    #Ujian Nasional | #Bom Boston | #Lion Air Jatuh | #Preman Yogya

    Baca juga:
    Buruh Gugat Jokowi ke PTUN

    Ahok Berjanji Putihkan Tunggakan Rusun Marunda

    Jokowi Siap Digugat Buruh

    Demi UN SMP, 9 Siswa Pulau Seribu Naik Kapal 6 Jam


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Pentingnya Memilah Sampah Sesuai Jenisnya

    Pilahlah sampah sesuai jenisnya, sampah organik, anorganik, dan sampah lainnya.