Pemerintah Kembali Tegaskan Tidak Akan Lepas BCA ke Keluarga Salim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menegaskan kembali tidak akan menjual saham BCA kepada keluarga Salim karena tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Meski begitu Menneg BUMN, Laksamana Sukardi, Senin (7/1), menyatakan tidak bisa mencegah jika keluarga Salim membeli di pasar modal. Seusai rakor Polkam bidang ekonomi di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (7/1) petang, Laksamana mengatakan seusai kesepakatan pemerintah dan DPR, calon bidder saham BCA harus memenuhi kriteria tertentu. Pertama, calon pembeli harus merupakan lembaga keuangan yang memiliki kredibilitas dan reputasi internasional. Selain itu, calon bidder dituntut memiliki modal yang besar dan memiliki rating yang baik. Untuk itu, tambah Menneg, pemerintah akan tetap memegang teguh kriteria-kriteria itu. Walaupun, diakuinya pula, pemerintah acap menerima tekanan dan tuntutan dari calon pembeli. Karena itu, ia sekaligus berharap agar kecurigaan dan opini-opini yang dapat merongrong kredibilitas bank tersebut dapat segera dihilangkan. Menneg khawatir situasi tersebut justru malah akan mengurungkan niat para calon investor untuk membeli. Dalam konferensi pers itu, Laksamana juga membantah bahwa pemerintah memberikan kelonggaran atau pertemuan diam-diam dengan pihak Salim. “Itu sama sekali tidak ada. Sebagai Menneg BUMN, saya bertanggung jawab melaksanakan divestasi sesuai dengan kriteria yang berlaku. Kami menggunakan prosedur standar dan transparan,” urainya. Ia menambahkan, hingga saat ini, proses masih terus berjalan. Meski begitu, ia menekankan bahwa tidak pihaknya tidak bisa melakukan apa-apa jika keluarga Salim membeli di pasar modal. “Kalau pemegang saham melakukan patungan perusahaan dengan nama lain, misalnya di Hongkong, lalu membeli di pasar modal, siapa yang bisa melarang?” ungkapnya. (dara meutia uning-tempo news room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.