Merger DCS 1800 Buat Lippo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Tulus Rahardjo, direktur Bina Telekomunikasi dan Informatika Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, mengatakan merger operator DCS 1800 jadi dilakukan. Saat ini, enam operator regional tersebut tengah bersiap melakukan merger dengan operator regional lainnya, PT Natrindo Telepon Selular. Begitu pula Natrindo, anak perusahaan Lippo, bersedia merger dengan enam operator tersebut. Tapi keputusan finalnya baru akan diambil besok, kata Tulus yang dihubungi Tempo News Room di Jakarta, Rabu (6/11). Ia menambahkan dengan keputusan merger ini pemerintah sebernarnya hendak memberi peluang kepada enam operator untuk tetap bisa beroperasi menggunakan lisensi yang sudah diberikan. Sebenarnya merger adalah keputusan terakhir, melihat ini kok tidak jalan-jalan, tuturnya. Menurut Tulus sebelum mengambil keputusan menawarkan merger, sejak enam bulan yang lalu pemerintah telah melakukan evaluasi teknis dan kesiapan masing-masing operator. Namun, keluhnya, sampai evaluasi selesai belum ada tanda-tanda para operator itu akan membangun jaringannya. Padahal, lanjutnya, jika semua operator regional beroperasi, mereka bisa melakukan jelajah nasional guna memperluas jangkauannya. Tulus juga membantah ketika ditanyakan apakah Natrindo sudah memperoleh lisensi nasional. Belum. Nanti kalau mergernya sudah selesai dan sudah diketahui pola mergernya, baru akan dibicarakan lagi, kata dia. Sebenarnya, langkah ini bukanlah meger seperti yang umum terjadi. Soalnya, enam operator tersebut belum ada, baru berupa lisensi saja. Tak heran, langkah merger boongan ini sebenarnya cuma akal bulus pemerintah untuk menyelamatkan Natrindo. Bila merger boongan ini kelar, bisa dipastikan Lippo akan menjadi operator nasional. Berdasarkan catatan Tempo News Room, ada tujuh perusahaan seluler skala regional yang memegang lisensi. Yaitu PT. Astratel (wilayah operasi Sumatera Utara dan Selatan), PT. Aria West Internasional (Jawa Barat), PT. Inti Mitratama Abadi (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi), PT. Mitra Perdana (Jawa Tengah), PT. Natrindo Telepon Seluler (Jawa Timur) , PT. Primarindo Sistel (Kalimantan), dan PT. Kodel Margahayu Telindo (Sulawesi dan Bali). Empat terakhir adalah milik grup Lippo. Dari tujuh operator regional itu, yang sudah beroperasi hanyalah Natrindo. Ucok Ritonga --- Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.