Tambang Berhenti Operasi, Target Produksi Feronikel Antam Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Aneka Tambang Unit Geomin. Tempo/Arnold Simanjuntak

    Gedung Aneka Tambang Unit Geomin. Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat penurunan target produksi untuk komoditas feronikel. Sekali pun produksi menurun, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap total produksi tahunan.

    Pada 2010 Antam memproduksi feronikel sebesar 18,688 ton. Tahun ini Antam menagetkan produksi sebesar 18 ribu ton nikel (TNi). Produksi feronikel tahun lalu sekaligus menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar bagi laba Antam yang dibukukan sebesar Rp 1,683 triliun. "Saat memasuki masa shutdown, otomatis produksi Antam berhenti," ujar Direktur Operasi Antam, Winardi di Jakarta, Kamis (31/3).

    Tambang feronikel yang akan berhenti operasi adalah produksi unit Feni II di Pomalaa, Sulawesi Tenggara pada akhir 2011. Perbaikan meliputi atap dan dinding areal pertambangan yang dijadwalkan pada akhir 2011. Feni II menghasilkan 500 TNi per bulan. Perbaikan dalam dua tahap, November hingga Desember 2011 dan Januari hingga Februari 2012.

    Secara keseluruhan unit usaha Antam di Pomalaa memiliki tiga unit produksi, yaitu Feni 1 dengan kapasitas 300 TNi, Feni II dengan kapasitas 500 TNi, dan Feni III berkapasitas 900 TNi per bulan. Masing-masing unit mengolah 1,8 hingga dua persen kadar nikel.

    DWITA ANGGIARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.