Chairul Tanjung Beli Carrefour Malaysia dan Singapura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arnold Simanjutak

    TEMPO/Arnold Simanjutak

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Setelah mengakuisisi Carrefour Indonesia melalui Transcorp, Chairul Tanjung juga berencana membeli kepemilikan Carrefour Malaysia dan Singapura. Chief Executive Officer Para Group ini mengatakan  perusahaannya sudah masuk ke dalam daftar tender pembelian.


    "Sekarang masih tender dan kita sudah masuk shortlist. Tapi kita belum tahu posisinya seperti apa," katanya ketika ditemui di sela musyawarah nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta Convention Center, Minggu (26/9) dini hari.

    Chairul optimistis  memenangi tender tersebut. Namun ia belum mau mengungkapkan   detil rencana pembelian kepemilikan Carrefour di Malaysia dan Singapura dan nilai tender yang ditawarkan. Saat ini tender sudah memasuki tahap kedua atau proses due diligence.

    Tahap selanjutnya adalah  proses final beat dan terakhir pengumuman pemenang tender. "Saya tidak tahu kapan selesainya tapi rencananya closing pada akhir tahun ini. Susah menyatakan bagaimana optimismenya karena ini kan tender internasional," katanya.

    Menurut Chairul,  saham yang ditawarkan sampai 100 persen. Namun ia tidak menyebutkan berapa nilai tender yang ditawarkan. Nama Carrefour juga akan dipertahankan setelah pergantian kepemilikan. "Belum tahu kan mereka yang menentukan. Nanti dulu lah sekarang kan masih proses. Tapi Insya Allah lolos kalau enggak ya keterlaluan," katanya sembari tertawa.

    Jika pihaknya memenangi tender ini, perusahaan Malaysia akan digandeng bekerjasama untuk  mengelola Carrefour. Kerjasama berbentuk joint venture dipilih  karena ia merasa kultur masyarakat Malaysia berbeda sehingga diperlukan strategi tertentu untuk mengembangkan bisnis di negara tersebut.

    Sebelumnya diberitakan Carrefour akan melepas kepemilikan mereka atas gerai-gerai di Singapura, Malaysia dan Thailand. Carrefour menjual kepemilikan atas Malaysia sebanyak 19 gerai dan Singapura sebanyak dua gerai dalam satu paket. Sementara kepemilikan atas gerai di Thailand ditawarkan secara terpisah.

    Carrefour saat ini menguasai sekitar 15 persen pangsa pasar hipermarket di Malaysia setelah Tesco dan Giant. Tesco yang menguasai 30 persen pangsa pasar dikabarkan juga berminat mengambil alih kepemilikan Carrefour. Namun jika ini benar, maka Tesco harus berhadapan dengan peraturan anti monopoli pemerintah Malaysia.

    Bisnis Carrefour di Malaysia dan Singapura saat ini diperkirakan bernilai antara US$350 juta sampai US$400 juta. Raksasa hipermarket dunia ini memutuskan menjual bisnis mereka di Asia Tenggara karena ingin lebih fokus mengembangkan usaha di India dan Cina yang dianggap prospek pasarnya lebih besar.

    KARTIKA CANDRA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.