Indonesia-Malaysia Rampungkan Moratorium TKI April Mendatang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dai Bachtiar. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Dai Bachtiar. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO Interaktif, Bandung -Pembahasan moratorium (penghentian) penempatan tenaga kerja Indonesia ke Malaysia antara pemerintah Indonesia dan Malaysia dijadwalkan rampung  pada kuartal ke dua tahun ini atau sekitar bulan April mendatang.

    "Progresnya sudah sangat bagus, hal hal prinsip  sudah tidak masalah," ujar Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar, usai diskusi ketenagakerjaan di Bandung, Jawa Barat. Sabtu (20/2).

    Belum rampungnya moratorium, karena masih ada sedikit masalah untuk cost struktur antara agen malaysia dan agen Indonesia yang menempatkan tenaga kerja. Sehingga kedua belah pihak masih mencari jalan keluarnya. "Malaysia ingin melindungi majikannya, dan pemerintah Indoneia melindungi tenaga kerjanya," kata Dai. 

    Dai meminta pengusaha penyalur untuk tidak mengambil untung yang terlalu tinggi terkait cost struktur yang belum bisa dirampungkan. Bahkan perusahaan penempatan tenaga kerja diminta jangan terlalu besar memotong gaji tenaga kerja."Perusahaan harus tetap untung tapi tidak membebani majikan dan TKI. Untungnya jangan berlebihan," katanya.

    Ia menegaskan, pihaknya sudah berkomunikasi secara langsung dan mengirimkan surat pada Kementrian Tenaga Kerja untuk segera merampungkan working joint group penempatan tenaga kerja Indonesia. Nantinya pemerintah Indonesia menginginkan  adanya lembaga kontrol joint committee untuk mengawasai implementasi dari moratorium tersebut. "Pemerintah juga akan membuat welcoming program bagi majikan dan TKI yang datang."

    ALWAN RIDHA RAMDANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.