Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kemenko Perekonomian Ungkap Penyebab Insentif Kendaraan Listrik Belum Optimal

image-gnews
Mobil listrik yang akan digunakan untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di area Parkir Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu 27 Agustus 2023. Pemerintah bekerja sama dengan beberapa perusahaan mobil menyediakan 510 unit mobil listrik sebagai kendaraan resmi yang digunakan dalam pelaksanaan KTT ASEAN tersebut pada 5-7 September 2023. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Mobil listrik yang akan digunakan untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di area Parkir Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu 27 Agustus 2023. Pemerintah bekerja sama dengan beberapa perusahaan mobil menyediakan 510 unit mobil listrik sebagai kendaraan resmi yang digunakan dalam pelaksanaan KTT ASEAN tersebut pada 5-7 September 2023. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Susiwijono Moegiarso mengungkapkan penyebab insentif kendaraan listrik belum optimal. Apa sebabnya?

"Nah, insentif ini masih relatif belum optimal. Harus kita akui," ujar Susiwijono dalam diskusi Membangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik di Jakarta pada Selasa, 29 Agustus 2023.

Kendaraan roda dua alias motor listrik misalnya. Pemerintah telah memberikan insentif sebesar Rp 7 juta per unit untuk 200 ribu motor listrik baru maupun konversi. 

Namun, Susiwijono jumlah penerima insentif tersebut masih sedikit. Sementara dilansir dari laman Sisapira atau Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua per hari ini, baru 225 unit motor listrik yang mendapatkan insentif.

"Barangkali kita terlalu ideal waktu mendesain kebijakan dengan berbagai persyaratan yang ada, yang cukup rigid di sana," kata Susiwijono.

Dia menjelaskan pemerintah pada waktu itu mendesain kebijakan yang terlalu ideal untuk menyasar masyarakat produktif. Hal ini terlihat dari syarat penerima insentif listrik, yakni penerima kredit usaha rakyat (KUR), penerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM), pengguna listrik di bawah 900 VA, dan penerima bantuan sosial (bansos). 

"Padahal sebenarnya ya seluruh masyarakat harusnya berhak mendapatkan insentif itu," ungkap Susiwijono.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Oleh sebab itu, pemerintah mengubah syarat penerima insentif motor listrik menjadi satu NIK per unit. Kementerian Perindustrian meresmikan perubahan syarat tersebut.

Hal itu ditandai dengan terbitnya Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Permenperin No. 6 Tahun 2023 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Dua.

“Dasar utama perubahan kebijakan ini adalah untuk percepatan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri serta mewujudkan Indonesia yang lebih bersih,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan resminya pada Selasa, 29 Agustus 2023.

Melalui program bantuan pemerintah ini, lanjut Agus, masyarakat akan mendapat potongan harga sebesar Rp 7 juta untuk pembelian satu unit motor listrik.

“Pemerintah akan membayar penggantian potongan harga atas pembelian motor listrik oleh masyarakat kepada perusahaan industri,” tutur dia.

Pilihan Editor:  Ekonom Sebut Perusahaan Motor Jepang Perlu Masuk Program Insentif Kendaraan Listrik, Ini Alasannya

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BMW Setop Penjualan Motor Bensin di Amerika, Fokus ke Motor Listrik

1 hari lalu

Baterai motor listrik BMW CE 04 ini diketahui memiliki dilengkapi dengan kapasitas sel baterai 60,6 Ah (8,9 kWH). Alhasil, BMW CE 04 bisa digunakan pihak kepolisian untuk menjangkau wilayah perkotaan hingga 130 km dalam satu kali pengisian daya. topgear.com
BMW Setop Penjualan Motor Bensin di Amerika, Fokus ke Motor Listrik

BMW Motorrad mengeluarkan pengumuman untuk menghentikan penjualan motor mesin bensinnya di Amerika Utara, dan fokus ke motor listrik.


Toyota Targetkan Produksi 600 Ribu Mobil Listrik pada 2025

1 hari lalu

Proses perakitan Toyota GR Yaris di Pabrik Motomachi, Jepang. GR Yaris dirakit di jalur khusus untuk memproduksi mobil sport Toyota. 16 September 2020. (Toyota)
Toyota Targetkan Produksi 600 Ribu Mobil Listrik pada 2025

Toyota menargetkan bisa mencapai kapasitas produksi tahunan lebih dari 600.000 mobil listrik pada 2025 secara global.


FIFGroup Hadir di IEMS 2023, Berikan Promo Pembelian Motor Listrik Honda

1 hari lalu

FIFGroup saat hadir di IEMS 2023, Cibinong, Bogor.
FIFGroup Hadir di IEMS 2023, Berikan Promo Pembelian Motor Listrik Honda

PT Federal International Finance (FIFGroup) memberikan promo pembelian motor listrik Honda di pameran Indonesia Electrical Motor Show (IEMS) 2023.


Merek Jepang Mulai Jual Motor Listrik di Indonesia, Begini Tanggapan Alva

2 hari lalu

Motor listrik Alva berpeluang diekspor ke Malaysia hingga Eropa. (Foto: Alva)
Merek Jepang Mulai Jual Motor Listrik di Indonesia, Begini Tanggapan Alva

Motor listrik Alva menyasar segmen preium dengan harga di atas Rp 30 jutaan, harga ini bersaing dengan motor listrik Honda dan Yamaha.


Alva Klaim Jual Ribuan Unit Usai Dapat Insentif Rp 7 Juta

2 hari lalu

Motor listrik Alva. TEMPO/Erwan Hartawan
Alva Klaim Jual Ribuan Unit Usai Dapat Insentif Rp 7 Juta

Motor listrik Alva diklaim telah terjual ribuan unit usai dapat insentif dari Rp 7 juta


Selain Insentif Rp 7 Juta, Motor Listrik Juga Bebas Pajak

3 hari lalu

Motor listrik United E-Motor. (Foto: United)
Selain Insentif Rp 7 Juta, Motor Listrik Juga Bebas Pajak

Selain insentif Rp 7 juta, motor listrik juga bebas dari pajak kendaraan bermotor. Simak informasi lengkapnya di artikel ini:


Alva Berpeluang Ekspor Motor Listrik, Malaysia dan Eropa Berminat

3 hari lalu

Motor listrik Alva berpeluang diekspor ke Malaysia hingga Eropa. (Foto: Alva)
Alva Berpeluang Ekspor Motor Listrik, Malaysia dan Eropa Berminat

PT Ilectra Motor Group (IMG) selaku produsen Alva bicara soal peluang ekspor motor listrik ke beberapa negara, termasuk Malaysia dan Eropa.


Planet Ban Ajak Masyarakat Merawat Motor untuk Menekan Polusi Udara

4 hari lalu

Pemeriksaan emisi gas buang pada sepeda motor di Planet Ban. (Planet Ban)
Planet Ban Ajak Masyarakat Merawat Motor untuk Menekan Polusi Udara

Planet Ban mengajak para pemilik kendaraan roda dua melakukan perawatan motor sebagai upaya menekan tingkat emisi gas buang.


Toyota Perkenalkan Alat Produksi yang Bisa Bikin Mobil Listrik dalam Hitungan Menit

4 hari lalu

Ilustrasi pembuatan mobil listrik Toyota. (Toyota)
Toyota Perkenalkan Alat Produksi yang Bisa Bikin Mobil Listrik dalam Hitungan Menit

Alat produksi baru Toyota ini pun mampu menghasilkan satu bagian yang membentuk sepertiga bagian belakang sasis kendaraan.


Alva Lirik Pasar Motor Listrik Murah setelah Dua Modelnya Dapat Insentif

4 hari lalu

Motor listrik Alva. TEMPO/Erwan Hartawan
Alva Lirik Pasar Motor Listrik Murah setelah Dua Modelnya Dapat Insentif

Motor listrik Alva One dan Cervo mendapatkan fasilitas insentif Rp 7 juta karena memiliki tingkat komponen dalam negeri lebih dari 40 persen.