Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Imbauan Pemotongan Hewan Kurban, YLKI: Harus Tersertifikasi Sehat

Reporter

Editor

Grace gandhi

image-gnews
Pedagang menjajakan hewan untuk kurban di Pasar Hewan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 22 Juni 2023. Menurut pengelola, sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha pasar hewan di Jonggol kian ramai pedagang dan pembeli dengan sekitar  900 ekor sapi dan 700 ekor kambing dan domba  dari berbagai jenis dijajakan di pasar hewan tersebut. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pedagang menjajakan hewan untuk kurban di Pasar Hewan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 22 Juni 2023. Menurut pengelola, sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha pasar hewan di Jonggol kian ramai pedagang dan pembeli dengan sekitar 900 ekor sapi dan 700 ekor kambing dan domba dari berbagai jenis dijajakan di pasar hewan tersebut. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau masyarakat untuk memastikan hewan yang akan disembelih untuk kurban sudah tersertifikasi sehat. Seperti diketahui, Idul Adha 1444 H akan jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan sertifikat sehat dari Dinas Peternakan ataupun dokter hewan penting untung memastikan hewan kurban bebas dari suatu penyakit. 

"Sertifikat sehat ini sangat penting untuk menjamin keamanan daging kurban yang akan dikonsumsi dan juga untuk menekan suatu penyakit zoonosis tertentu agar tidak menyebar ke hewan lainnya dan atau menular ke manusia," kata Tulus lewat keterangan tertulis, Senin, 26 Juni 2023.

Terlebih, lanjut Tulus, saat ini masih terdapat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan potensi wabah penyakit lainnya.  Selain itu, dia mengimbau masyarakat agar hewan kurban disembelih secara profesional oleh juru sembelih halal atau Juleha. 

Idealnya, kata Tulus, penyembelihan hewan dilakukan di dalam Rumah Pemotongan Hewan (RPH), baik milik pemerintah ataupun swasta, sehingga mempunyai sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV). "Masjid Istiqlal bisa memelopori hal ini sebagai contoh praktik baik penyembelihan hewan kurban," kata Tulus.

Lebih lanjut, Tulus mengimbau agar penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan, di antaranya dengan tidak membuang darah dan kotoran hewan sembarangan, seperti ke sungai. "Pembuangan darah atau kotoran ke sungai akan menyerbarkan berbagai potensi penyakit menular."

Tulus juga mengatakan pembagian dan pembungkusan daging kurban perlu menggunakan kemasan ramah lingkungan dan food grade. Penggunaan kemasan plastik berwarna hitam atau merah tidak disarankan. "Tidak aman untuk mengemas daging kurban," katanya.

Yang tidak kalah penting, lanjut Tulus, penyembelihan perlu memperhatian kesejahteraan hewan. Misalnya, tidak menyembelih hewan kurban di depan hewan kurban yang masih hidup. Termasuk tidak menyandingkan hewan kurban yang telah disembelih di depan hewan yang masih menunggu penyembelihan. Sebab, hal tersebut bisa membuat hewan yang belum disembelih menjadi stres. Akibatnya, daging yang dikonsumsi menjadi tidak sehat.

"Kami juga himbau agar prosesi penyembelihan juga tidak disaksikan anak kecil atau anak di bawah umur," ujar Tulus. "Hal semacam ini bisa berdampak buruk pada psikologi anak, misalnya memicu aksi sadisme pada anak-anak."

Pilihan Editor: Aismoli Beberkan Penyebab Serapan Subsidi Sepeda Motor Listrik Masih Rendah

Iklan

Berita Selanjutnya




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kementerian Agraria Pastikan Tidak Ada Diskriminasi di Sertifikasi Rumah Ibadah

7 hari lalu

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, Raja Juli Antoni memberikan keterangan pers usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Juni 2022. TEMPO/M Julnis Firmansyah
Kementerian Agraria Pastikan Tidak Ada Diskriminasi di Sertifikasi Rumah Ibadah

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Raja Juli Antoni memastikan sertifikasi rumah ibadah tanpa diskriminasi.


5 Solusi Gagal Bayar Pinjol yang Perlu Anda Ketahui, Apa Saja?

9 hari lalu

Ilustrasi pinjaman online. Freepik
5 Solusi Gagal Bayar Pinjol yang Perlu Anda Ketahui, Apa Saja?

Gagal bayar pinjol bisa menyebabkan debitur masuk dalam blacklist SLIK OJK. Lantas, apa saja solusi gagal bayar pinjol?


Berikut 7 Syarat Hak Asuh Anak dalam Hukum Islam

12 hari lalu

Ilustrasi orangtua bermain cilukba dengan anak. Shutterstock
Berikut 7 Syarat Hak Asuh Anak dalam Hukum Islam

Pada hukum Islam, ibu menjadi syarat utama mendapatkan hak asuh anak. Namun, selain itu, terdapat pula syarat lainnya dapat meraih hak asuh anak.


Daftar Kota Paling Polusi Udara di Indonesia Versi Aplikasi Nafas, Tangsel Juara Bertahan

18 hari lalu

Gedung bertingkat terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Sabtu, 2 September 2023. Dikutip dari laman resmi IQAir per 2 September 2023 pukul 13.00 WIB, kualitas udara Jakarta berada di angka 154 yang menunjukkan ketegori tidak sehat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Daftar Kota Paling Polusi Udara di Indonesia Versi Aplikasi Nafas, Tangsel Juara Bertahan

Aplikasi Nafas mengeluarkan laporan bulanan kondisi polusi udara berdasarkan kota, Jumat, 8 Agustus 2023, kemarin.


Cara Mendapatkan Izin Praktik Akupunktur, Lengkapi Dokumen Ini

23 hari lalu

Akupunktur. Foto : Hermina
Cara Mendapatkan Izin Praktik Akupunktur, Lengkapi Dokumen Ini

Untuk menjadi praktisi akupunktur yang sah dan berlisensi, dibutuhkan izin praktik yang disetujui dinas kesehatan. Berikut cara mendapatkan izinnya.


Sengketa Tanah Dago Elos Bandung, Warga Lapor Lagi ke Polda Jabar

29 hari lalu

Anak-anak bermain di lapangan balai RW Dago Elos, Bandung, Rabu, 16 Agustus 2023. Anak-anak dan ibu-ibu mengalami trauma psikis pasca kerusuhan saat polisi menyerang dan membobol paksa rumah-rumah warga di Dago Elos dalam kasus sengketa tanah. TEMPO/Prima mulia
Sengketa Tanah Dago Elos Bandung, Warga Lapor Lagi ke Polda Jabar

Kuasa hukum mendampingi 4 warga Dago Elos yang melapor ke polisi. Materi serupa telah 3 kali disampaikan ke Polda Jabar dan Polrestabes Bandung.


Jakarta Hujan Sore hingga Malam, Tapi Polusi Udara Masih Tinggi, Mengapa?

31 hari lalu

Potret kemacetan setelah diguyur hujan di JL. K.H Mas Masyur pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, 2 Maret 2023. Kemacetan terjadi akibat yang tak kunjung berhenti dan banyak pedagang berlawanan arah menuju pasar Tanah Abang. TEMPO/MAGANG/MUHAMMAD FAHRUR ROZI
Jakarta Hujan Sore hingga Malam, Tapi Polusi Udara Masih Tinggi, Mengapa?

Hujan Jakarta belum berpengaruh pada pengurangan polusi udara kota ini.


Efek Rangka eSAF Motor Honda Keropos, YLKI: Bila Masif Recall dan Dirikan Pengawas Produk Otomotif

33 hari lalu

Bercak kuning di rangka eSAF (TEMPO/ Erwan Hartawan)
Efek Rangka eSAF Motor Honda Keropos, YLKI: Bila Masif Recall dan Dirikan Pengawas Produk Otomotif

YLKI juga meminta supaya Honda memberikan penjelasan rinci terkait rangka eSAF yang keropos ini.


Kasus Rangka eSAF Keropos dan Patah, AHM Harus Lakukan Recall?

35 hari lalu

Rangka Esaf motor Honda yang patah. INSTAGRAM/@Infodepok_id
Kasus Rangka eSAF Keropos dan Patah, AHM Harus Lakukan Recall?

YLKI mengatakan bahwa AHM perlu melakukan investigasi lebih lanjut masalah rangka eSAF keropos untuk mengetahui langkah yang perlu dilakukan.


Kasus Rangka eSAF Honda Keropos, YLKI: Harus Segera Diinvestigasi

35 hari lalu

Rangka ESAF motor Honda. Foto: AHM motor
Kasus Rangka eSAF Honda Keropos, YLKI: Harus Segera Diinvestigasi

Rangka jenis eSAF sebenarnya merupakan inovasi terbaru dari Honda yang diklaim memiliki banyak kelebihan terkait efisiensi konsumsi bahan bakar.