Ekonomi Dunia Tahun Depan Diprediksi 2,2 Persen, Asia Jadi Mesin Pertumbuhan

Deretan gedung bertingkat di Jakarta, Senin, 24 Oktober 2022. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan ekonomi kuartal III-2022 mampu tumbuh mencapai 5,5 persen (year on year/yoy). Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global turun dari 3,1 persen tahun ini menjadi 2,2 persen pada 2023. Proyeksi OECD termuat dalam laporan Prospek Ekonomi (EO) terbarunya pada Selasa 22 November 2022.

Angka tahun 2022 sekitar setengah dari kecepatan yang tercatat pada tahun 2021 selama pemulihan dari pandemi, dan tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk tahun 2023 jauh di bawah perkiraan sebelum pecahnya konflik Rusia-Ukraina.

"Asia akan menjadi mesin utama pertumbuhan pada 2023 dan 2024, sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan akan mengalami pertumbuhan yang sangat rendah," katanya.

Baca: Sri Mulyani Ungkap Dua Risiko Bayangi Pemulihan Ekonomi Global

Pasar negara berkembang utama di Asia diproyeksikan oleh OECD untuk mencapai hampir tiga perempat dari pertumbuhan PDB global pada tahun 2023, sementara ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan akan melambat.

"Tertahan oleh harga energi dan makanan yang tinggi, kepercayaan yang lemah, berlanjutnya kemacetan pasokan dan dampak awal dari kebijakan moneter yang lebih ketat, pertumbuhan tahunan di kawasan euro pada 2023 diproyeksikan menjadi 0,5 persen," tertulis dalam laporan tersebut.

Perekonomian Amerika Serikat hanya akan tumbuh sebesar 0,5 persen pada tahun 2023, dibandingkan dengan 1,8 persen pada tahun 2022.

Pasar energi tetap berada di antara risiko penurunan yang signifikan.

"Eropa telah menempuh perjalanan panjang untuk mengisi kembali cadangan gas alamnya dan mengekang permintaan, tetapi musim dingin ini di Belahan Bumi Utara pasti akan menantang," katanya.

Ia menambahkan bahwa harga gas yang lebih tinggi atau gangguan pasokan gas langsung akan menyebabkan pertumbuhan yang jauh lebih lemah dan inflasi lebih tinggi di Eropa dan dunia pada tahun 2023 dan 2024.

OECD mengingatkan mempercepat investasi dalam adopsi dan pengembangan sumber-sumber energi bersih akan sangat penting untuk mendiversifikasi pasokan energi dan memastikan keamanan energi.

Baca: Sri Mulyani: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Versi IMF dan OECD Terlalu Rendah

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Akui Laju Inflasi Solo Tahun 2022 Tinggi, Gibran: Karena Banyak Penyelenggaran Event

9 jam lalu

Akui Laju Inflasi Solo Tahun 2022 Tinggi, Gibran: Karena Banyak Penyelenggaran Event

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengakui tingginya laju inflasi Kota Solo sepanjang tahun 2022.


Faisal Basri Sebut Peluang Resesi Indonesia Kecil, tapi Pemulihan Ekonominya Belakangan

14 jam lalu

Faisal Basri Sebut Peluang Resesi Indonesia Kecil, tapi Pemulihan Ekonominya Belakangan

Ekonom senior Faisal Basri menyebut kecil kemungkinan Indonesia mengalami resesi.


IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

1 hari lalu

IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

IMF memperkirakan GDP Rusia akan tumbuh sebanyak 0,3 persen pada tahun ini dan 2,1 persen pada 2024.


Gubernur BI Bakal Rilis Proyek Garuda, Digitalisasi Uang Rupiah

1 hari lalu

Gubernur BI Bakal Rilis Proyek Garuda, Digitalisasi Uang Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan akan melakukan digitalisasi besar-besaran pada 2023. Salah satunya meluncurkan Proyek Garuda.


Sri Mulyani: Belajar dari Kisah Nabi Yusuf, Kita Harus Mampu Antisipasi Siklus Ekonomi

1 hari lalu

Sri Mulyani: Belajar dari Kisah Nabi Yusuf, Kita Harus Mampu Antisipasi Siklus Ekonomi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan kisah Nabi Yusuf memuat pengelolaan siklus ekonomi.


Airlangga Sebut Industri Karet Berkontribusi Rp 69,07 Triliun terhadap PDB Nasional

2 hari lalu

Airlangga Sebut Industri Karet Berkontribusi Rp 69,07 Triliun terhadap PDB Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah mendorong perkembangan industri karet.


Jadi Tuan Rumah Asean-BAC, Bos Kadin: Asia Tenggara Episentrum Pertumbuhan Global

2 hari lalu

Jadi Tuan Rumah Asean-BAC, Bos Kadin: Asia Tenggara Episentrum Pertumbuhan Global

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Asean-Business Advisory Council atau BAC 2023.


Gubernur BI Sebut 3 Kata Ini yang Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Bisa Tumbuh di 2023

2 hari lalu

Gubernur BI Sebut 3 Kata Ini yang Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Bisa Tumbuh di 2023

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap alasan mengapa ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh pada 2023 meski di tengah ketidakpastian global.


Rupiah Menguat Awal Pekan Ini, Ditutup Rp 14.971 per Dolar AS

2 hari lalu

Rupiah Menguat Awal Pekan Ini, Ditutup Rp 14.971 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah dengan dolar AS kini berada di level Rp 14.971 atau menguat 14 poin pada penutupan perdagangan sore ini, Senin 30 Januari 2023.


Gubernur BI: Ekonomi 2023 Tumbuh 5 Persen Meski Global Belum Bersahabat

2 hari lalu

Gubernur BI: Ekonomi 2023 Tumbuh 5 Persen Meski Global Belum Bersahabat

Gubernur BI Perry Warjiyo yakin bahwa perekonomian Indonesia tetap tumbuh.