Startup Digital yang Termasuk Pandemic Darling Lakukan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Sejumlah mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat 28 Mei 2021. Sejumlah mitra pengemudi Gojek berharap mergernya dua perusahan startup Gojek dan Tokopedia memberikan dampak positif bagi kalangan mitra dengan meningkatnya bonus dan insentif karena penggabungan tersebut telah meningkatkan nilai atau valuasi perusahaan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menanggapi ihwal maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan atau startup digital. Menurut dia, sebagian besar perusahaan yang mengambil langkah PHK justru sebelumnya dinilai sebagai 'Pandemic Darling'. 

"Sebagian besar mereka adalah ‘Pandemic Darling’ atau perusahaan yang meraup kenaikan GMV (Gross Merchandise Value) selama puncak pandemi 2020-2021," ucap Bhima saat dihubungi, Senin, 21 November 2022. 

Baca: Kisah Karyawan Tokopedia Lolos dari PHK: Bolak-balik Cek Email, Bingung Anggota Tim Berkurang Drastis

Karena memiliki valuasi tinggi, kala itu perusahaan merasa mudah dalam mencari pendanaan baru. Alhasil, perusahaan jor-joran dalam berekspansi, termasuk merekrut karyawan dalam jumlah besar. Padahal faktanya, kata dia, agresivitas ekspansi perusahaan digital saat ini ternyata tidak sebanding dengan pencarian dana baru dari investor. 

Jor-joran ekspansi, bakar uang

Oleh sebab itu, menurut dia, banyak pemilik modal, terutama investor asing yang menjauhi perusahaan dengan valuasi tinggi. Karena, perusahaan bervaluasi tinggi bisa jadi memiliki profitabilitas rendah atau memiliki model bisnis yang tidak berkelanjutan. Sehingga, perusahaan yang tadinya diharapkan akan tumbuh dengan pesat saat pandemi, malah melambat. 

Harapan bertambahnya jumlah pengguna (user) dan profitabilitas layanan yang berlanjutan pun sirna karena tekanan makroekonomi saat ini. Pasalnya, kenaikan inflasi pangan dan energi telah berimbas pada penurunan daya beli barang dan jasa melalui layanan platform digital. Apalagi belakangan tensi kenaikan suku bunga dan risiko geopolitik terus berlangsung.

Di tengah kondisi seperti ini, Bhima menyarankan pemerintah mulai mengatur model bisnis perusahaan digital, khususnya e-commerce dan ride-hailing. Sebab, kedua perusahaan itu terpantau masih memberi promo dan diskon secara besar-besaran atau sering menggunakan strategi 'bakar uang' untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Akibatnya persaingan usaha sektor digital menjadi kurang sehat dan membuat keuangan perusahaan tidak mampu berdiri kokoh. "Konsumen baru mungkin akan tergoda akan promo. Tapi jika terus-menerus memberi promo, sebenarnya itu suicide mission bagi startup," ucapnya. 

Selanjutnya: Artinya, ketika pendanaan berkurang, ...






JD.ID Tutup Setelah Lakukan PHK di Akhir Tahun Lalu

1 hari lalu

JD.ID Tutup Setelah Lakukan PHK di Akhir Tahun Lalu

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Di akhir tahun lalu, JD.ID juga sempat melakukan PHK terhadap 200 karyawannya.


Berhenti Beroperasi 31 Maret 2023, JD.ID: Keputusan JD.COM Fokus Rantai Pasok Lintas Negara

1 hari lalu

Berhenti Beroperasi 31 Maret 2023, JD.ID: Keputusan JD.COM Fokus Rantai Pasok Lintas Negara

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia.


GoTo Dukung Paviliun Indonesia, Hadirkan Kopi khas Indonesia di Swiss

3 hari lalu

GoTo Dukung Paviliun Indonesia, Hadirkan Kopi khas Indonesia di Swiss

GoTo mendukung agenda pemerintah Indonesia di tingkat global dalam mendorong hilirisasi industri dan investasi yang berkelanjutan


Tren Belanja Gen Z pada 2022, Mie Instan dan Serum Wajah Jadi Produk Paling Laris

3 hari lalu

Tren Belanja Gen Z pada 2022, Mie Instan dan Serum Wajah Jadi Produk Paling Laris

Gen Z salah satu kelompok masyarakat yang cukup menggemari belanja online. Simak tren belanja gen Z pada 2022


RANS Entertainment Bakal IPO Tahun Ini, Analis Wanti-wanti Sejumlah Hal

3 hari lalu

RANS Entertainment Bakal IPO Tahun Ini, Analis Wanti-wanti Sejumlah Hal

Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, RANS Entertainment, berencana IPO pada tahun ini. Bagaimana prospeknya?


Gelombang PHK Massal di Raksasa Teknologi, Efeknya Hingga ke Jajaran Eksekutif

4 hari lalu

Gelombang PHK Massal di Raksasa Teknologi, Efeknya Hingga ke Jajaran Eksekutif

Eksekutif senior yang bergaji hingga $1 juta per tahun juga diberhentikan oleh Google, Microsoft, dan Amazon dalam gelombang PHK massal itu.


Hari Gizi Nasional, Makanan dan Minuman Sehat Laris di Tokopedia

4 hari lalu

Hari Gizi Nasional, Makanan dan Minuman Sehat Laris di Tokopedia

Fitur Bagikan Alamat memungkinkan masyarakat mengirim hampers, termasuk hampers makmin sehat, dengan lebih mudah


13 Daftar Perusahaan Teknologi yang Lakukan PHK Massal, Terbaru Ada IBM Pangkas 3.900 Pekerjanya

4 hari lalu

13 Daftar Perusahaan Teknologi yang Lakukan PHK Massal, Terbaru Ada IBM Pangkas 3.900 Pekerjanya

IBM mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 3.900 karyawannya. PHK yang dilakukan IBM otomatis menambah daftar panjang PHK massal yang dilakukan oleh perusahaan teknologi.


Target Kas Tahunan Meleset, IBM Berencana PHK 3.900 Karyawan

4 hari lalu

Target Kas Tahunan Meleset, IBM Berencana PHK 3.900 Karyawan

International Business Machine Corp atau IBM mengumumkan rencana melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 3.900 karyawan


Profil dan Sejarah Uber, Perusahaan Ride Hailing yang Baru PHK Karyawan

5 hari lalu

Profil dan Sejarah Uber, Perusahaan Ride Hailing yang Baru PHK Karyawan

Uber kembali melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh anak perusahaan Uber, yaitu Uber Freight, sebuah perusahaan kargo. Bagaimana profil dan sejarah Uber?