Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jelaskan Maksud Stok Kedelai Sisa 7 Hari, Badan Pangan Sebut Impor Akan Dipercepat

image-gnews
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kanan) didampingi Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (kiri) saat memantau operasi pasar telur ayam di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 2 September 2022. (Tempo | Riri Rahayu)
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kanan) didampingi Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (kiri) saat memantau operasi pasar telur ayam di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 2 September 2022. (Tempo | Riri Rahayu)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim stok kedelai nasional surplus hingga akhir Desember 2022. Ihwal stok kedelai yang disebut tinggal 7 hari, Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan stok tersebut bukan dihitung per hari ini. Namun, dihitung setelah bulan November 2022.

“Karena berdasarkan Neraca Pangan Nasional sampai  akhir November 2022, stok kedelai surplus 54.983 ton,” ujar Ketut melalui keterangan tertulisnya, dikutip Tempo, Rabu, 26 Oktober 2022.  

Baca: Sandiaga Uno Ungkap Strategi Program Swasembada Pangan

Dia menegaskan stok 54.983 ton tersebut, jika dibagi rata-rata konsumen harian nasional sebesar 8.191 ton per hari, maka dapat memenuhi kebutuhan sekitar 7 hari.  Adapun surplus 54.983 itu, lanjut Ketut, merupakan hasil perhitungan dari ketersediaan 2.758.151 ton dikurangi kebutuhan selama Januari-November 2022 sebesar 2.703.169 ton.

Ketut meminta masyarakat, khususnya para perajin tahu dan tempe, agar tidak panik. Sebab, pemerintah akan melakukan importasi untuk memperpanjang ketersediaan kedelai di dalam negeri. Bapanas, kata dia, juga mendorong percepatan importasi untuk memenuhi stok kedelai.  

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyebut pihaknya menjamin stok kedelai cukup hingga 1,5 bulan  dengan basis stok 7 hari setelah akhir November. Karenanya, masyarakat tidak perlu khawatir.

“Melalui realisasi impor, maka berdasarkan Prognosa Neraca Pangan Nasional Januari-Desember 2022, komoditas kedelai diperkirakan surplus sebesar 250 ribu ton pada akhir Desember 2022,” ungkap Arief.

Menurutnya, impor akan dilakukan dengan hati-hati ihwal fluktuasi nilai tukar rupiah yang berdampak pada harga kedelai. Arief menilai situasi ini bisa menjadi momentum meningkatkan produksi kedelai dalam negeri di tengah situasi perdagangan global yang penuh ketidakpastian dan fluktuasi harga kedelai di pasar internasional.

Arief menuturkan Presiden Joko Widodo memberi arahan kepada Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri melalui perluasan lahan produksi kedelai. Kemudian hasilnya dibeli dengan harga Rp 10.000 per kg. Dengan kebijakan harga acuan tersebut, Arief pun berharap petani menjadi lebih semangat karena pengaturan harga tidak merugikan petani.

Baca: Hari Pangan Sedunia, Mentan Klaim RI Sudah Mencukupi Pangannya Sendiri Selama 3 Tahun

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Alasan Bulog Berniat Akuisisi Sumber Beras Kamboja: Jamin Pasokan Ketika Indonesia Sedang Kekurangan

4 hari lalu

Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi usai konferensi pers Hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat pada Senin, 29 Januari 2024 di Jakarta. TEMPO/Yohanes Maharso Joharsoyo
Alasan Bulog Berniat Akuisisi Sumber Beras Kamboja: Jamin Pasokan Ketika Indonesia Sedang Kekurangan

Bulog ungkap alasan hendak mengakuisisi sumber beras kamboja, yakni gar bisa menjamin pasokan pangan ketika diperlukan.


Alasan Kepala Bapanas Soal Kenaikan HET Beras, Berikut Profil Arief Prasetyo Adi

12 hari lalu

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, ketika ditemui dalam acara CNBC Economic Outlook 2024, di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024. TEMPO/Defara Dhanya
Alasan Kepala Bapanas Soal Kenaikan HET Beras, Berikut Profil Arief Prasetyo Adi

Presiden Jokowi menunjuk Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Apa pendapatnya soal kenaikan HET Beras?


Perpanjangan Relaksasi Kenaikan HET Beras, Ini Alasan Kepala Bapanas

13 hari lalu

Aktifitas pekerja ditengah harga beras dipasaran naik di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Rabu, 28 Februari 2024. Badan Pangan Nasional (Bapenas) menetapkan HET beras untuk wilayah zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi Rp. 10.900 dan beras premium Rp. 13. 900, Sementara zona 2 meliputi Sumatera selain Lampung, dan kalimantan Rp. 11.500 dan beras premium Rp. 13.800 dan untuk zone 3 Maluku dan Papua Rp. 14.800. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Perpanjangan Relaksasi Kenaikan HET Beras, Ini Alasan Kepala Bapanas

Kenaikan HET beras resmi diperpanjang pemerintah. Apa alasan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi?


Mentan Membangun Pangan di Indonesia Timur

14 hari lalu

Mentan Membangun Pangan di Indonesia Timur

Dengan mengusung konsep transformasi pertanian modern, Merauke berpotensi menjadi lumbung pangan nasional.


SPI: HPP Gabah Belum Menguntungkan Petani

15 hari lalu

Pekerja tengah menjemur gabah di kawasan Muara Bakti, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 7 Mei 2024. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) dari Rp5.000 menjadi Rp6.000 per kg. Kenaikan berlaku mulai 3 April hingga 30 Juni 2024. TEMPO/Tony Hartawan
SPI: HPP Gabah Belum Menguntungkan Petani

Serikat Petani Indonesia (SPI) mengatakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah belum menguntungkan petani.


Rp 9 Triliun Dianggarkan untuk Kelanjutan Bantuan Pangan Beras 10 Kg bagi 22 Juta Keluarga

15 hari lalu

Ketua Baden Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi bersama jajaran saat meninjau beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Rabu, 28 Februari 2024. Pada keterangannya, Arief mengklaim bahwa stok beras saat ini tergolong aman. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Rp 9 Triliun Dianggarkan untuk Kelanjutan Bantuan Pangan Beras 10 Kg bagi 22 Juta Keluarga

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebutkan telah disiapkan anggaran Rp 9 triliun untuk melanjutkan bantuan pangan beras 10 kilogram (kg).


Harga Cabai, Kedelai dan Telur Ayam Naik Menjelang Idul Adha

15 hari lalu

Pembeli memilih cabai merah di Pasar Senggol Kota Dumai, Riau, Selasa, 31 Oktober 2023. Harga sayur mayur asal Sumut rata-rata naik Rp2000 per kilogram, dan harga gula pasir naik dari Rp730 ribu per sak 50 kg menjadi Rp770 ribu per sak. ANTARA/Aswaddy Hamid
Harga Cabai, Kedelai dan Telur Ayam Naik Menjelang Idul Adha

Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sejumlah komoditas bahan pokok terpantau naik seperti cabai, telur ayam ras, kedelai, minyak goreng kemasan dan gula


Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Kering di Tingkat Petani Rp 6 Ribu per Kilogram

17 hari lalu

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi. TEMPO/Subekti.
Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Kering di Tingkat Petani Rp 6 Ribu per Kilogram

Kepala Badan Pangan Nasional atau Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering Rp 6 ribu per kilogram.


Bapanas Tetapkan Aturan Harga Eceran Tertinggi Beras Medium dan Premium

17 hari lalu

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. TEMPO/Riri Rahayu.
Bapanas Tetapkan Aturan Harga Eceran Tertinggi Beras Medium dan Premium

Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium.


Kementan-Kemendagri Berkolaborasi Tingkatkan Produksi Pangan

17 hari lalu

Kementan-Kemendagri Berkolaborasi Tingkatkan Produksi Pangan

Sektor pertanian harus menjadi perhatian bersama mengingat ke depan Indonesia akan menghadapi iklim ekstrem