Pemerintah Akan Matikan TV Analog di Seluruh Wilayah, Ini Manfaatnya Menurut Kominfo

Ilustrasi Televisi Digital di Program Analog Switch Off (ASO). (Antara/Pixabay)

TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo, Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), dan direksi sejumlah lembaga penyiaran swasta sepakat membatalkan rencana penyetopan TV analog atau Analog Switch Off (ASO) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) hari ini, 5 Oktober 2022. 

"ATVSI dan direksi lembaga penyiaran swasta tersebut meminta agar Aso Jabodetabek diundurkan atau dibatalkan, dan selanjutnya dapat dilakukan serentak pada 2 November 2022," kata Plt. Dirjen PPI Kementerian Kominfo Ismail dalam konferensi pers di kantor Kominfo, Jakarta Pusat pada Rabu, 5 Oktober 2022. 

Menurut Ismail, pelaksanaan ASO akan memberikan dampak multiplier effect termasuk terhadap perekonomian nasional. Di antaranya, kata dia, dapat membuka penambahan 181 ribu kegiatan usaha baru. Kemudian menciptaan 2000 lapangan kerja baru. 

Ia juga mengklaim implementasi ASO dapat meningkatan penerimaan negara dalam bentuk pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 77 triliun. Ditambah kontribusi pada produk domestik bruto atau PDB sebesar Rp 443,8 triliun. 

Menurut dia, dampak multiplier itu akan merembet ke sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM. "Mengingat Indonesia dan dunia tengah melakukan transformasi digital secara besar-besaran, maka dampak multiplier efek dari digitalisasi penyiaran akan jauh lebih besar," kata dia. 

Ia pun berjanji Kominfo akan melakukan analisa dan studi lanjutan terhadap multiplier effect atas program digitalisasi penyiaran di Indonesia itu. Ia meyakini hasil kajiannya nanti akan menunjukkan lebih besar lagi manfaat ASO.

"Mari kita berkolaborasi menyukseskan ASO agar layanan penyiaran digital bagi masyarakat lebih berkualitas dan bervariasi guna mewujudkan Indonesia yang terkoneksi, makin digital, dan makin maju" tuturnya. 

Adapun Sekjen ATVSI, Gilang Iskandar menuturkan berdasarkan kondisi masyarakat saat ini, data dari lembaga riset Nielsen per 27 Sept 2022 menunjukan populasi pemirsa TV di Jabodetabek yang menggunakan penyiaran free to air (FTA) masih sebanyak 26 persen atau baru berkisar 7,2 juta orang. 

Tetapi, bila ditambah pemirsa yang menggunakan layanan Pay TV, masyarakat yang siap menggunakan TV digital ada sekitar 40 persen. "Apapun kondisi ini, artinya kita memerlukan waktu lah paling tidak satu bulan ini untuk menggencarkan bersama kominfo secara masif," ujarnya.

Menurut Gilang, sosialisasi masih diperlukan terhadap masyarakat terutama terkait cara memiliki set top box (STB) atau pesawat TV dengan siaran digital. Berbagai kondisi itu yang mendorong ATVSI mengusu pengunduran ASO. 

"Toh waktunya dari Oktober ke November tidak sampai satu bulan, lebih baik waktunya kita manfaatkan untuk menggencarkan sosialisasi," kata dia. 

Baca Juga: TV Analog Jabodetabek Dihentikan 2 November, Ini Penjelasan Kominfo dan Asosiasi Televisi Swasta

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini. 






Ramalan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Pagi Cerah, Potensi Hujan Siang Hari

14 jam lalu

Ramalan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Pagi Cerah, Potensi Hujan Siang Hari

BMKG meramalkan cuaca Jabodetabek hari ini sebagain besar cerah, tapi ada potensi hujan di siang hari


Ramai STB Meledak, Kominfo Minta Penyebabnya Dicari Tahu Lebih Dulu

2 hari lalu

Ramai STB Meledak, Kominfo Minta Penyebabnya Dicari Tahu Lebih Dulu

Video yang memperlihatkan TV tabung hangus terbakar ramai di media sosial. TV analog tersebut diduga meledak lantaran menggunakan STB abal-abal.


Aksara Kawi dan Pegon Siap Masuk Pembakuan Digital Nasional 2023

3 hari lalu

Aksara Kawi dan Pegon Siap Masuk Pembakuan Digital Nasional 2023

PANDI telah menyerahkan dokumen RSNI untuk pembakuan fon dan papan ketik aksara Kawi dan Pegon ke BSN dan Kementerian Perindustrian.


RRI Terpilih Jadi Sekretariat Lembaga Penyiaran Dunia

3 hari lalu

RRI Terpilih Jadi Sekretariat Lembaga Penyiaran Dunia

Direktur Utara RRI Hendrasmo mengatakan penunjukan Indonesia sebagai sekretariat organisasi penyiaran dunia ini adalah bentuk kepercayaan global.


Kasus Kebocoran Data Meningkat, Kominfo Terima 33 Laporan Sepanjang 2022

7 hari lalu

Kasus Kebocoran Data Meningkat, Kominfo Terima 33 Laporan Sepanjang 2022

Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebelumnya menyinggung soal kebocoran data dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.


Soal Harga Set Top Box Mahal, Johnny Plate: Bukan Kewenangan Kominfo

7 hari lalu

Soal Harga Set Top Box Mahal, Johnny Plate: Bukan Kewenangan Kominfo

Menkominfo Johnny Plate mengatakan bahwa Kementeriannya tidak memiliki wewenang mengendalikan harga Set Top Box di pasaran.


Migrasi ke TV Digital, Menkominfo: 77 Lembaga Penyiaran Sudah Bersiaran Digital Penuh

8 hari lalu

Migrasi ke TV Digital, Menkominfo: 77 Lembaga Penyiaran Sudah Bersiaran Digital Penuh

Kementerian Kominfo mencatat 77 lembaga penyiaran dari total 696 lembaga penyiaaran secara nasional telah bermigrasi ke tv digital.


Setelah Jabodetabek, Kominfo Akan Matikan Siaran TV Analog di 284 Kabupaten dan Kota

8 hari lalu

Setelah Jabodetabek, Kominfo Akan Matikan Siaran TV Analog di 284 Kabupaten dan Kota

Setelah mematikan siaran tv analog di Jakarta, Kominfo bakal melanjutkannya di 93 wilayah layanan di 284 kabupaten/kota.


Gempa Cianjur, Kominfo Beberkan Hasil Monitoring 5 Operator Telekomunikasi

10 hari lalu

Gempa Cianjur, Kominfo Beberkan Hasil Monitoring 5 Operator Telekomunikasi

Kementerian Kominfo mengumumkan hasil monitoring terhadap sejumlah infrastruktur telekomunikasi yang terdampak bencana gempa Cianjur Jawa Barat.


Akibat Gempa Cianjur, Sinyal Telkomsel, Indosat dan XL Sempat Terganggu

10 hari lalu

Akibat Gempa Cianjur, Sinyal Telkomsel, Indosat dan XL Sempat Terganggu

Akibat gempa berkekuatan M 5,6 di Cianjur, Jawa Barat pada hari ini, Senin, 21 November 2022, sejumlah infrastruktur telekomunikasi mengalami gangguan