300 Karyawan Indosat Kena PHK, Pakar Singgung Jumlah Komisaris yang Berjibun

Gedung Kantor Pusat Indosat Ooredoo. Jl. Medan Merdeka Barat no.21, Jakarta, Kamis 4 Maret 2021. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Information and Communication Technology atau ICT Institute Heru Sutadi menilai keputusan Indosat Ooredoo Hutchison memangkas lebih dari 300 karyawannya tak terlepas dari aksi perusahaan melakukan merger. Indosat resmi berkonsolidasi dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia pada 4 Januari 2022.

Menurut Heru, opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) memang sudah menjadi strategi manajemen saat aksi korporasi itu terjadi sebagai langkah efisiensi. “Seharusnya SDM dianggap sebagai aset, tapi pertimbangan duplikasi dan efisiensi tentu akan membuat manajemen berhitung langkah terbaik seperti apa,” tutur dia saat dihubungi pada Senin, 26 September 2022. 

Perusahaan yang melakukan merger, kata Heru, lumrah mengalami kelebihan karyawan. Duplikasi SDM di bidang yang sama pun akan terjadi. Sehingga, mau tidak mau perusahaan mesti mengurangi karyawan.

“Namun, duplikasi kan tidak berarti semua bagian kemudian dikurangi. Sebab, bisa jadi karena pengguna dan jaringan secara perusahaan gabungan bertambah, maka semua SDM tetap bisa dipertahankan,” kata dia.

Heru pun menyoroti sikap perusahaan yang hanya memangkas level bawah hingga senior vice president. Selain pemangkasan karyawan, ia menyebut semestinya Indosat juga mengurangi jumlah komisaris perusahaan yang tambun.

“Setidaknya imbang antara dewan direksi dan dewan komisaris,” ujar dia. Per Januari 2022, Indosat tercatat memiliki 15 komisaris yang mencakup komisaris utama, deputi komisaris utama, komisaris independen, dan komisaris. Sedangkan jumlah direksi hanya lima. 

Heru melanjutkan, jika dilihat dari jajaran petingginya, ia menyatakan petinggi perusahaan operator telekomunikasi itu masih didominasi kalangan old school atau senior. Dia menyarankan agar struktur petinggi perusahaan dirombak. “Beri kesempatan pada orang muda berkualitas untuk masuk di jajaran manajemen,” ucap Heru.

Sebelumnya, Indosat Ooredoo Hutchison mengumumkan perusahaan telah menempuh langkah PHK pada Jumat, 23 September 2022. Lebih dari 95 persen dari karyawan yang terkena dampak telah menerima tawaran itu, sementara sebagian kecil sisanya masih mempertimbangkan tawaran itu.

Director & Chief of Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni, menjelaskan langkah itu berjalan sesuai rencana dan diterima dengan baik oleh sebagian besar karyawan yang terkana dampak. “Prosesnya sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada dan telah dilakukan dengan pertimbangan matang, secara objektif dan fair,” ujar dia lewat keterangan tertulis pada Jumat, 23 September 2022.

Ada pun paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah. Bahkan yang tertinggi mencapai 75 kali upah, dan secara signifikan lebih tinggi di atas persyaratan ketentuan undang-undang yang berlaku. 

Perusahaan juga telah berkomunikasi secara langsung dan transparan dengan semua karyawan. Semua telah memahami perlunya meningkatkan kelincahan dan bertumbuh lebih cepat sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasar saat ini. 

“Oleh karena itu, inisiatif reorganisasi sangat penting untuk keberlan perusahaan ke depan,” tutur Irsyad.

PHK ini, kata dia, didasarkan pada strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif. “Dan diharapkan dapat menjadi langkah strategis yang membawa Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan telekomunikasi digital paling dipilih di Indonesia,” ucap dia.

Baca juga: APBN Surplus 8 Kali Berturut-turut, Sri Mulyani: Pembiayaan Turun

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






10 Cara Hadapi Resesi dan PHK Massal, Salah Satunya: Kelas Menengah Harus Segera Lunasi Utang

14 jam lalu

10 Cara Hadapi Resesi dan PHK Massal, Salah Satunya: Kelas Menengah Harus Segera Lunasi Utang

Berikut cara menghadapi resesi bagi masyarakat kalangan menengah mulai dari melunasi utang hingga mempersiapkan dana darurat


Harap-harap Cemas Menjelang Penerapan Kenaikan UMP

21 jam lalu

Harap-harap Cemas Menjelang Penerapan Kenaikan UMP

Buruh dan pengusaha terus mempersoalkan kenaikan UMP. Padahal, pemberlakuan upah itu tinggal menghitung hari. Bagaimana pelaksanaannya nanti?


Optimistis Aman dari Resesi Global, CORE: Ekonomi Indonesia Tradisional

22 jam lalu

Optimistis Aman dari Resesi Global, CORE: Ekonomi Indonesia Tradisional

Ekonom senior Center of Reform on Economics (CORE) Hendri Saparini menyebut ancaman resesi global bukan hal yang menakutkan bagi Indonesia.


Indra Falatehan Ditunjuk jadi Dirut Bank Muamalat, Ini Profilnya

1 hari lalu

Indra Falatehan Ditunjuk jadi Dirut Bank Muamalat, Ini Profilnya

RUPSLB PT Bank Muamalat Tbk. resmi menunjuk Indra Falatehan sebagai Direktur Utama perseroan yang baru, menggantikan Achmad K Permana.


Siapkan Rp 6 T untuk Jaringan Telekomunikasi IKN, Telkom Sebutkan Proyek yang Dibidik

1 hari lalu

Siapkan Rp 6 T untuk Jaringan Telekomunikasi IKN, Telkom Sebutkan Proyek yang Dibidik

PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) menyiapkan investasi senilai Rp6 triliun untuk membangun seluruh infrastruktur jaringan telekomunikasi di IKN.


Strategi yang Bisa Diterapkan untuk Hadapi Ancaman PHK

1 hari lalu

Strategi yang Bisa Diterapkan untuk Hadapi Ancaman PHK

Melihat banyaknya perusahaan yang melakukan PHK membuat karyawan cemas. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dan dipersiapkan untuk menghadapi PHK.


Terpopuler Bisnis: Respons BRI Atas Tabungan Nasabah Raib, BLT BBM Akan Cair Desember

4 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Respons BRI Atas Tabungan Nasabah Raib, BLT BBM Akan Cair Desember

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu, 26 November 2022 antara lain respons BRI atas nasabah yang menyebut kehilangan dana tabungan.


Terkini Bisnis: Penjelasan BRI Soal Uang Nasabah Raib, Daftar Perusahaan yang PHK Karyawannya

5 hari lalu

Terkini Bisnis: Penjelasan BRI Soal Uang Nasabah Raib, Daftar Perusahaan yang PHK Karyawannya

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Sabtu sore, 26 November 2022 antara lain tentang penjelasan BRI soal uang nasabah raib Rp 10 juta.


Minta Penerapan Kenaikan Upah Ditunda, Pengusaha Beralasan Demi Cegah PHK Massal

6 hari lalu

Minta Penerapan Kenaikan Upah Ditunda, Pengusaha Beralasan Demi Cegah PHK Massal

Pengusaha meminta agar Presiden Joko Widodo dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menunda Permenaker Nomor 18/2022 yang mengatur kenaikan upah.


Ragam Penyebab Startup Gagal

6 hari lalu

Ragam Penyebab Startup Gagal

Ada beberapa kesalahan pengusaha saat memulai usaha yang membuat bisnis startup-nya kandas di tengah jalan, contohnya seperti berikut ini.