Begini Syarat Mendirikan Apotek dan Toko Obat

Toko obat di Kawasan Glodok, Jakarta Barat, Sabtu, 9 Oktober 2021. Pemerintah Jakarta Barat berencana menata kawasan Glodok menjadi lokasi wisata sejarah Pecinan sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk melakukan kunjungan. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Akses kesehatan sangat penting untuk masyarakat. Farmasi adalah salah satu bidang kesehatan yang menyediakan obat-obatan kepada masyarakat. Distribusi obat-obatan disebarkan melalui tempat-tempat pelayanan kefarmasian, seperti apotek dan toko obat. Untuk mendirikan apotek dan toko obat, terdapat izin yang perlu dipersiapkan.

Perizinan Apotek

Apotek merupakan tempat yang dikunjungi masyarakat untuk mendapatkan obat-obatan. Apotek dapat menjual berbagai jenis obat seperti obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, dan obat narkotika/psikotropika. Selain menjual obat-obatan, apotek juga memberikan jasa pelayanan kefarmasian seperti konsultasi, pelayanan informasi obat, dan pelayanan resep dokter.

Apotek memiliki seorang apoteker yang bertanggung jawab mengelola apotek tersebut. Apoteker merupakan seorang sarjana farmasi yang telah menempuh pendidikan apoteker dan mengucap sumpah jabatan. Apoteker bisa membuka usaha apotek sendiri atau mengelola apotek dengan pemilik modal, baik perseorangan maupun perusahaan. Namun tetap saja, segala urusan yang berhubungan dengan pekerjaan farmasi akan dijalankan oleh apoteker.

Dalam Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 26 Tahun 2018 Pasal 30, persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapatkan izin mendirikan apotek adalah Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA), Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA), denah bangunan, daftar sarana dan prasarana, dan berita acara pemeriksaan.

Berdasarkan 889/MENKES/PER/V/2011 Pasal 1, STRA adalah bukti tertulis seorang apoteker telah teregistrasi di data Kemenkes. SIPA di sisi lain merupakan surat izin praktik yang diberikan kepada apoteker yang bekerja di sebuah fasilitas pelayanan kefarmasian.

Perizinan Toko Obat

Seperti halnya apotek, toko obat juga menjual obat-obatan. Namun, karena tidak adanya apoteker yang bertanggung jawab, obat-obat yang dijual di toko obat dibatasi hanya untuk obat-obatan bebas dan bebas terbatas. Toko obat juga tidak diperbolehkan mengadakan pelayanan kefarmasian yang biasa dilakukan oleh seorang apoteker.

Toko obat biasanya dikelola oleh tenaga teknis kefarmasian atau biasa disebut sebagai TTK. TTK berbeda dengan apoteker. Jika apoteker perlu menempuh pendidikan apoteker terlebih dahulu, maka TTK tidak perlu melakukan hal tersebut sehingga tingkatannya lebih rendah dari apoteker. TTK terdiri dari sarjana farmasi, ahli madya farmasi, analis farmasi, dan tenaga menengah farmasi/asisten apoteker.

Dalam Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 26 Tahun 2018 Pasal 31, persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapatkan izin mendirikan sebuah toko obat adalah Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK), Surat Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian (SIKTTK) sebagai penanggung jawab teknis, denah bangunan, daftar sarana dan prasarana, dan berita acara pemeriksaan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan 889/MENKES/PER/V/2011 Pasal 1, Sama halnya seperti STRA dan SIPA yang dimiliki seorang apoteker, STRTTK adalah bukti tertulis seorang tenaga teknis kefarmasian telah teregistrasi di data Kemenkes, sedangkan SIKTTK merupakan surat izin praktik yang diberikan kepada tenaga teknis kefarmasian yang bekerja di sebuah fasilitas kefarmasian. Ada dua macam SIKTTK, yaitu sebagai penanggung jawab sarana (kosmetik, alat kesehatan, dan industri obat tradisional) dan penanggung jawab izin toko obat.

Perbedaan antara perizinan mendirikan apotek dan toko obat ada pada surat bukti tenaga kefarmasiannya. Hal ini karena apotek memiliki pelayanan kefarmasian yang lebih banyak.

RISTYAWAN PRATAMA

Baca: Meski Sama-sama Jual Obat, Apotek dan Toko Obat Ada Bedanya

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Apotek K-24 Membuka Lowongan Kerja untuk Sejumlah Posisi, Cek Persyaratannya

11 hari lalu

Apotek K-24 Membuka Lowongan Kerja untuk Sejumlah Posisi, Cek Persyaratannya

Perusahaan Apotek K-24 sedang membuka lowongan kerja untuk mengisi posisi Apoteker, Keuangan Outlet, dan Customer Service


Korban Pencabulan di Toko Obat di Tambora Tulis Surat Pencabutan Laporan, Iba Terhadap Nasib Pelaku

25 hari lalu

Korban Pencabulan di Toko Obat di Tambora Tulis Surat Pencabutan Laporan, Iba Terhadap Nasib Pelaku

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh sesama pegawai toko obat di Tambora berakhir damai. Polisi lakukan restorative justice.


Polisi Hentikan Kasus Pencabulan Pegawai Toko Obat di Tambora, Korban Cabut Laporan

25 hari lalu

Polisi Hentikan Kasus Pencabulan Pegawai Toko Obat di Tambora, Korban Cabut Laporan

Korban pencabulan mencabut laporannya dan membuat surat keterangan tidak akan menuntut pelaku.


Pelaku UMKM Wajib Tau, Begini Cara Daftarkan Produk ke BPOM

27 hari lalu

Pelaku UMKM Wajib Tau, Begini Cara Daftarkan Produk ke BPOM

Sebagai pelaku UMKM, mendaftarkan produk ke BPOM merupakan hal penting yang tidak boleh dilupakan. Berikut langkah mudah mendaftarkan produk ke BPOM.


Inilah Obat-obatan yang Penting Dibawa saat Liburan

35 hari lalu

Inilah Obat-obatan yang Penting Dibawa saat Liburan

Selain kotak P3K, berikut adalah daftar obat-obatan penting untuk dibawa saat liburan.


Kata Dokter Soal Rencana Google Bikin Fitur Pembaca Resep Obat

36 hari lalu

Kata Dokter Soal Rencana Google Bikin Fitur Pembaca Resep Obat

Tulisan tangan dokter di resep obat yang sulit dibaca awam ternyata sudah sesuai kaidah. Bakal aplikasi malah bisa bikin bahaya. Kok bisa?


Google akan Bantu Baca Resep Tulisan Tangan Dokter

37 hari lalu

Google akan Bantu Baca Resep Tulisan Tangan Dokter

Google memamerkan prototipe fitur, menunjukkan kemampuannya untuk secara khusus mendeteksi obat-obatan dalam resep tulisan tangan dokter.


4 Cara Mengatasi Cegukan

49 hari lalu

4 Cara Mengatasi Cegukan

Cegukan dapat terjadi pada semua orang, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Berikut cara mengatasi cegukan yang bisa Anda lakukan.


Menperin: Industri Farmasi Kuasai Pasar Domestik, Tapi 90 Persen Bahan Bakunya Masih Impor

50 hari lalu

Menperin: Industri Farmasi Kuasai Pasar Domestik, Tapi 90 Persen Bahan Bakunya Masih Impor

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan saat ini industri farmasi nasional telah menguasai pasar obat sekitar 89 persen.


Industri Farmasi Mengaku Terpukul Selama Obat Sirup Ditarik dari Peredaran

54 hari lalu

Industri Farmasi Mengaku Terpukul Selama Obat Sirup Ditarik dari Peredaran

Sebelumnya, obat sirup dilarang beredar karena mengandung etilen glikol dan dietilen glikol yang tidak sesuai batas yang diatur BPOM.