Bankir Berharap OJK Terus Perpanjang Restrukturisasi Kredit, Bukan dari Tenor tetapi . . .

Kamis, 23 Juni 2022 05:16 WIB

Aktivitas pelayanan penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup berbalik menguat 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.625 per dolar AS pada Selasa (4/8) sore. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah bankir mengusulkan perpanjangan masa restrukturisasi kredit era Covid-19 di tengah situasi ketidakpastian ekonomi. Tekanan perekonomian saat ini menyisakan kekhawatiran terhadap prospek kinerja debitur. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperpanjang periode restrukturisasi kredit perbankan sampai dengan Maret 2023. Namun, tekanan perekonomian saat ini menyisakan kekhawatiran terhadap prospek kinerja debitur.

Wakil Ketua Persatuan Bank Nasional (Perbanas) Tigor M. Siahaan menilai perpanjangan masa restrukturisasi kredit diperlukan oleh perbankan saat ini. Namun, relaksasi tersebut diharapkan dapat lebih tajam menyasar kebutuhan dari masing-masing industri.

“Jadi saya setuju bahwa [perpanjangan] satu tahun dan mungkin bukan dari segi tenor, tetapi dari segi kebutuhannya per industri itu berbeda, tiap daerah juga mungkin berbeda,” ujarnya dalam webinar Bisnis Indonesia Banking Outlook 2022, Rabu 22 Juni 2022.

Tigor berpendapat bahwa setiap industri memiliki nasabah yang berbeda, sehingga perlakuan atau treatment yang dilakukan juga bergantung dari situasi bisnis para debitur.

Dia mencontohkan industri pariwisata di Bali, misalnya, memiliki kebutuhan yang berbeda dengan industri fast moving consumer goods (FMCG) di Jabodetabek. Alhasil, tingkat pemulihan serta restrukturisasi dari masing-masing industri juga berbeda.

“Saya rasa treatment terhadap industri, daerah, dan per segmen mungkin dapat lebih tajam ke depannya. Jadi, mudah-mudahan tidak paint with the same brush tetapi sangat spesifik per segmen, industri, dan nasabah,” kata Tigor.

Restrukturisasi Cegah Kredit Macet

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja menuturkan perpanjangan restrukturisasi kredit dibutuhkan agar perbankan mampu mempersiapkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) guna mengantisipasi kredit menjadi macet.






Desa Taro di Gianyar Bali Menang BCA Desa Wisata Award

19 jam lalu

Desa Taro di Gianyar Bali Menang BCA Desa Wisata Award

Pada 2021, BCA memberikan kesempatan bagi desa wisata di Indonesia untuk mempromosikan potensi wisatanya.


Iman Rachman Resmi Diangkat Jadi Direktur Utama BEI, Berikut Susunan Direksi Baru

23 jam lalu

Iman Rachman Resmi Diangkat Jadi Direktur Utama BEI, Berikut Susunan Direksi Baru

Iman Rachman menggantikan Inarno Djajadi yang sebelumnya terpilih sebagai Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK).


Targetkan 19 Juta UMKM, BCA Digital Rangkul Pinjol PT Komunal Finansial Indonesia

1 hari lalu

Targetkan 19 Juta UMKM, BCA Digital Rangkul Pinjol PT Komunal Finansial Indonesia

BCA Digital memperluas jangkauan penyaluran kreditnya segmen UMKM dengan menggandeng P2P lending atau pinjol Komunal.


Iman Rachman Direktur Utama BEI Pilihan OJK, Berapa Harta Kekayaan dan Utangnya?

4 hari lalu

Iman Rachman Direktur Utama BEI Pilihan OJK, Berapa Harta Kekayaan dan Utangnya?

OJK sudah menyetujui pergantian direksi PT BEI untuk periode 2022-2026. Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI. Berapa harta kekayaan dan utangnya?


Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan BCA untuk Upgrade Prioritas

5 hari lalu

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan BCA untuk Upgrade Prioritas

Terdapat ciri-ciri yang bisa diperhatikan agar nasabah tidak terjebak dengan akun palsu.


Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

6 hari lalu

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Keputusan Bank Indonesia ini mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah naiknya tekanan eksternal karena meningkatnya risiko stagflasi.


Rekam Jejak Iman Rachman, Dirut BEI yang Baru

8 hari lalu

Rekam Jejak Iman Rachman, Dirut BEI yang Baru

Dewan Komisioner OJK telah menyetujui pergantian direksi BEI untuk periode 2022-2026. Seperti apa rekam jejak bos baru BEI Iman Rachman tersebut?


Waspada 4 Modus Kejahatan Perbankan dengan Social Engineering, Apa Saja?

10 hari lalu

Waspada 4 Modus Kejahatan Perbankan dengan Social Engineering, Apa Saja?

OJK menyebutkan empat modus social engineering (soceng) yang tengah marak dilaporkan dan merugikan nasabah perbankan serta lembaga keuangan.


OJK: Realisasi Kredit di NTB Tembus Rp 56,9 Triliun per April

11 hari lalu

OJK: Realisasi Kredit di NTB Tembus Rp 56,9 Triliun per April

OJK mencatat penyaluran kredit di NTB per April tumbuh 5,3 persen dan mencakup 550.561 debitur.


Resmi, OJK Larang Multifinance Beli Saham untuk Keperluan Jangka Pendek

12 hari lalu

Resmi, OJK Larang Multifinance Beli Saham untuk Keperluan Jangka Pendek

OJK resmi melarang perusahaan pembiayaan atau multifinance untuk membeli saham untuk keperluan jangka pendek. Apa alasannya?