Kapal Tanker MT Gas Walio Milik PIS Bersandar di Australia, Angkut Muatan LPG

Kapal tanker Pertamina Pride. dok. Pertamina

TEMPO.CO, JakartaKapal tanker MT Gas Walio milik PT Pertamina International Shipping (PIS) sukses bersandar untuk pertama kalinya di Australia pada Selasa, 1 Februari 2022 dengan mengangkut muatan LPG.

“MT Gas Walio berbendera Indonesia mengangkut muatan LPG berupa 9000 MT Butane dan 3000 MT Propane,” dilansir dari keterangan rilis pada Jumat, 4 Februari 2022.

Dinakhodai Kapten Candra Nurwanto, kapal MT Gas Walio menempuh perjalanan selama 10 hari dari Singapura menuju Australia.

Perjalanan tersebut melewati rute Selat Singapura, Laut Cina Selatan, Selat Gelaza, Laut Jawa, Selat Lombok, Laut Hindia, dan berlabuh di Kwinana-West Coast Australia.

Muatan LPG yang diangkut kapal MT Gas Walio dari Australia untuk dibawa menuju Fanchen-China merupakan carter full antar negara di luar Indonesia oleh Geogas Trading S.A.

Geogas Trading S.A merupakan perusahaan asal Australia. MT Gas Walio diperkirakan menempuh perjalanan selama 12 hari dari Australia ke China. Setelah mengantarkan gas ke China, kapal akan kembali berlayar ke Kwinana, Australia.

Geogas mempercayakan PIS untuk jasa pengangkutan dengan durasi kontrak selama tiga bulan. Seluruh kru kapal dalam perjalanan telah melaksanakan dan mematuhi internasional Covid Prevention Regulation and Local Regulation.






Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

4 jam lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Buruh Tolak Migrasi Kompor Induksi: Masih Banyak Daerah yang Listriknya Memprihatinkan

10 jam lalu

Buruh Tolak Migrasi Kompor Induksi: Masih Banyak Daerah yang Listriknya Memprihatinkan

Bos PLN sebelumnya memastikan tak ada perubahan daya listrik pelanggan jika terjadi migrasi kompor listrik.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

17 jam lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Migrasi ke Kompor Listrik, Pengusaha Warteg: Butuh Waktu Setidaknya 5 Tahun

19 jam lalu

Migrasi ke Kompor Listrik, Pengusaha Warteg: Butuh Waktu Setidaknya 5 Tahun

Pengusaha warteg mengatakan migrasi ke kompor listrik tidak bisa dilakukan secara instan. Ini deretan alasannya.


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

1 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


Pakar Ungkap Penyebab Pertamax Lebih Irit dari Pertalite

2 hari lalu

Pakar Ungkap Penyebab Pertamax Lebih Irit dari Pertalite

Perbincangan soal Pertalite lebih boros ketimbang Pertamax ramai di media sosial. Sejumlah pakar menyoroti isu ini.


Isu Pertalite Lebih Boros daripada Pertamax, Pakar ITB Minta Pertamina Cek ke Lapangan

2 hari lalu

Isu Pertalite Lebih Boros daripada Pertamax, Pakar ITB Minta Pertamina Cek ke Lapangan

Pertamina mengklaim kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tidak berubah.


Airlangga: Pemerintah Belum Putuskan Penerapan Konversi LPG 3 Kg ke Kompor Listrik

3 hari lalu

Airlangga: Pemerintah Belum Putuskan Penerapan Konversi LPG 3 Kg ke Kompor Listrik

Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah belum memiliki keputusan apapun untuk menerapkan program konversi dari kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi.


Kompor Listrik Diklaim 40 Persen Lebih Murah dari LPG, Energy Watch: Tak Sebesar Itu

3 hari lalu

Kompor Listrik Diklaim 40 Persen Lebih Murah dari LPG, Energy Watch: Tak Sebesar Itu

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan penggunaan kompor listrik jauh lebih murah dibandingkan dengan gas LPG.


Migrasi Kompor Listrik, Energy Watch Beberkan Dampak Positif dan Negatifnya

3 hari lalu

Migrasi Kompor Listrik, Energy Watch Beberkan Dampak Positif dan Negatifnya

Energy Watch melihat rencana migrasi dari gas LPG ke kompor listrik atau kompor induksi memberikan dampak positif dan negatif.