BEI: 30 Perusahaan Antre untuk Melantai di Pasar Modal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia atau BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan, hingga saat ini ada 30 perusahaan sedang mengantre untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal (IPO).

    "Hingga saat ini, terdapat 30 perusahaan dalam daftar antrean pipeline pencatatan saham BEI," ujar Nyoman kepada awak media, Jumat, 14 Januari 2022.

    Berdasarkan klasifikasi aset, perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline saham merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 antara lain empat Perusahaan aset skala kecil atau di bawah Rp 50 Miliar.

    Selain itu, 14 perusahaan aset skala menengah, atau berkisar antara Rp 50 Miliar sampai dengan Rp 250 Miliar. Serta, 12 Perusahaan aset skala besar atau yang beraset di atas Rp 250 Miliar.

    Adapun berdasarkan rincian sektornya antara lain empat perusahaan dari sektor Industrials, empat perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals, sembilan perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals, serta empat perusahaan dari sektor Technology.

    Di samping itu, satu perusahaan dari sektor Healthcare, dua perusahaan dari sektor Energy, satu perusahaan dari sektor Financials, tiga perusahaan dari sektor Properties & Real Estate, serta dua perusahaan dari sektor Infrastructures.

    Nyoman mengatakan sampai dengan 14 Januari 2022, tercatat telah ada dua perusahaan yang melantai di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 723 Miliar.

    Baca: Kisah Nasabah Asal Madiun Rugi Ratusan Juta Akibat Asuransi Unit Link

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.