Dirut Buka-bukaan Soal Sebab PT Angkasa Pura I Terlilit Utang Rp 32,7 Triliun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menjelaskan progres pembangunan Bandara Kediri, Jawa Timur, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menjelaskan progres pembangunan Bandara Kediri, Jawa Timur, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi buka-bukaan mengenai utang yang melilit perusahaan yang dipimpinnya.

    Ia menjelaskan, perseroan memiliki utang kepada kreditur dan investor mencapai Rp 28 triliun per November 2021. Di sisi lain, perseroan memiliki kewajiban lain kepada karyawan dan supplier sekitar Rp 4,7 triliun.

    "Sehingga total kewajiban kita sekitar Rp 32,7 triliun. Namun kewajiban kita kepada kreditur dan investor itu sekitar Rp 28 triliun per November 2021," ujar Faik dalam konferensi pers, Rabu, 8 Desember 2021.

    Besarnya utang perseroan, kata Faik, disebabkan oleh pembangunan sepuluh bandara yang dilakukan sebelum masa pandemi Covid-19. Pembangunan bandara itu diperlukan untuk mengatasi persoalan kurangnya kapasitas bandara yang dioperasikan perusahaan.

    "Jumlah penumpang dilayani di bandara AP I lebih tinggi dari kapasitas tersedia," ujarnya.

    Per 2017, misalnya, kapasitas bandara yang dikelola perseroan hanya cukup menampung 71 juta penumpang per tahun. Padahal, realisasi penumpangnya bisa mencapai 90 juta orang per tahun.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.