Alasan Jangan Transaksi e-Banking Lewat Jaringan WiFi Gratis

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Nasabah bertransaksi menggunakan BNI Mobile Banking.

    Nasabah bertransaksi menggunakan BNI Mobile Banking.

    TEMPO.CO, Jakarta - Zaman yang sudah canggih memudahkan masyarakat untuk menggunakan teknologi yang tersedia, salah satunya e-banking. Aplikasi e-banking ini adalah istilah umum yang digunakan untuk menunjukkan suatu proses di mana nasabah melakukan transaksi perbankan pribadi atau komersial dengan menggunakan jaringan elektronik dan telekomunikasi.

    Apa keuntungannya menggunakan e-banking?

    e-banking menyediakan kemudahan untuk melakukan transaksi menggunakan smartphone. Alih-alih pergi ke ATM untuk melakukan transaksi, dengan E-banking Anda hanya perlu mengikuti instruksi untuk membayar atau melakukan transfer di smartphone Anda. Berikut keunggulan E-banking lainnya mengutip dari Binus.ac.id:

    1. Dapat melakukan tranksaksi dimana dan kapan saja
    2. Tidak perlu antri di Bank maupun Atm
    3. Tinggal Klik dan selesai melakukan tranksaksi
    4. Banyak bonusnya menggunakan E- Banking
    5. Tidak perlu Bayar parkir, bagi yang menggunakan kendaraan.

    Namun apabila menggunakan e-banking ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi karena e-banking sendiri sangat rawan kejahatan. 

    1. Hindari menggunakan jaringan WiFi saat melakukan transaksi
    Menggunakan koneksi WiFi, terlebih lagi WiFi gratis saat melakukan transaksi dapat meningkatkan risiko peretasan pada ponsel Anda. Mengutip dari Danamon.co.id, hal ini karena jaringan Internet yang Anda gunakan merupakan milik umum di mana orang lain dapat mengakses dan meretas data. 

    2. Selalu update aplikasi e-banking Anda
    Update dari aplikasi ditujukan untuk menjaga kerahasiaan data, lakukan update aplikasi setiap ada notifikasi pembaruan. Selain itu Anda juga dapat meningkatkan keamanan dengan cara update antivirus di smartphone untuk mencegah data hilang atau dibajak.

    3. Mengaktifkan layanan otentifikasi
    Layanan ini disediakan dengan tujuan untuk menjaga keamanan data transaksi nasabah. Gunakan fitur ini dan melakukan verifikasi setiap melakukan transaksi, salah satu yang diterapkan oleh pihak bank adalah one-time-password yang dapat Anda gunakan untuk melakukan cross check setiap transaksi yang dilakukan. 

    4. Lakukan cek saldo secara rutin
    Cek saldo secara rutin serta pantau apakah saldo yang ada sama seperti sebelumnya, begitu pula cek saldo setelah melakukan transaksi. 

    5. Ganti password secara rutin
    Mengganti password secara rutin dapat menghindari kebocoran data maupun penyalahgunaan akun Anda. Selain itu penting juga untuk diingat untuk tidak memberikan password Anda kepada siapapun, baik teman maupun keluarga.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: manfaat Layanan e-Banking bagi Nasabah, ini yang Perlu Diperhatikan


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.