Per Oktober PeduliLindungi Bisa Diakses di Aplikasi Lain, Gojek hingga Tokopedia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasang papan berisi QR Code aplikasi PeduliLindungi di kawasan wisata Pantai Kuta, Badung, Bali, Ahad, 26 September 2021. ANTARA/Fikri Yusuf

    Petugas memasang papan berisi QR Code aplikasi PeduliLindungi di kawasan wisata Pantai Kuta, Badung, Bali, Ahad, 26 September 2021. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi PeduliLindungi segera bisa diakses sejumlah aplikasi lain. Chief Digital Transformation Office, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Setiaji mengatakan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, hingga aplikasi dari Pemerintah DKI Jakarta, Jaki.

    Ia berujar masyarakat segera dapat mengakses fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi pada platform tersebut. ”Ini akan launching di bulan Oktober ini. Ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang," ujar Setiaji dinukil dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin, 27 September 2021.

    Dengan demikian, nantinya berbagai aplikasi seperti Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi.

    Bagi masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar dan akan melakukan perjalanan udara maupun dengan kereta api, Setiaji menyampaikan bahwa status hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksin mereka dapat diidentifikasi melalui nomor NIK saat membeli tiket.

    ”Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” ujarnya.

    Sementara itu, bagi tempat yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa memeriksanya secara mandiri di aplikasi PeduliLindungi. Caranya, dengan memasukkan NIK dan langsung muncul bahwa yang bersangkutan statusnya layak atau tidak untuk masuk ke tempat tersebut.

    ”Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self-check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri,” ujar Setiaji.

    Dia menyampaikan bahwa aplikasi PeduliLindungi banyak sekali keterkaitannya dengan pengendalian COVID-19, seperti dengan hasil tes, hasil tracing kontak erat, hingga telemedisin dan layanan obat gratis. Aplikasi ini juga akan diintegrasikan dengan sistem karantina.

    CAESAR AKBAR

    Baca juga: Sandiaga Ungkap Sederet Evaluasi Penggunaan Pedulilindungi di Lokasi Wisata

    #CuciTangan #PakaiMasker #JagaJarak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.