Berutang di Perusahaan Pinjaman Online Disebut Tinggi Risiko, Mengapa?

Ilustrasi pinjaman online. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Perencana keuangan dari Finansia Consulting, Eko Endarto, mengatakan pengajuan utang di perusahaan finansial teknologi atau fintek maupun pinjaman online memiliki risiko yang tinggi. Musababnya, syarat-syarat yang dikenakan oleh perusahaan relatif mudah dan minim jaminan sehingga berpengaruh terhadap imbal baliknya.

“Karena pinjaman ini minim jaminan, pinjaman syaratnya mudah, pasti risiko akan lebih tinggi. Misalnya, bunganya di atas bunga biasa akibat tingginya risiko ini,” ujar Eko saat dihubungi pada Senin, 20 September 2021.

Eko menjelaskan, keberadaan perusahaan pinjaman online resmi memang penting sebagai alternatif. Pinjaman online resmi dianggap sangat membantu karena syarat pengajuannya gampang dan angka pinjamannya relatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk jangka pendek.  

Namun agar tidak terlena kemudahan berutang di perusahaan pinjaman online, masyarakat harus mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya,  melihat kemampuan membayar angsuran. Nilai angsuran, kata Eko, tidak boleh melebihi 30 persen dari gaji atau pendapatan per bulan.

Angka itu tidak hanya berlaku untuk pinjaman online, tapi juga jenis pinjaman lainnya. Selanjutnya, sebelum meminjam, calon debitur pun sebaiknya memiliki jaminan pribadi seperti aset yang berbentuk deposito atau emas.

“Atau mereka tahu kalau mereka punya uang, misalnya mereka pinjam sekarang karena 27 gajian. Itu tidak apa-apa, tapi harus segera dilunasi. Karena pinjaman untuk penggunaan lebih dulu, bukan untuk tambahan uang,” ujar Eko.

Alasan meminjam uang pun sebaiknya untuk membayar hal-hal yang bersifat darurat, yang tidak bisa dialihkan atau ditunda. Misalnya, sakit atau kebutuhan kesehatan lainnya. Di samping itu, masyarakat diminta berhati-hati terhadap adanya pinjaman ilegal.

BACA: Serba-serbi Pinjaman Online: Untuk Siapa dan Tip Agar Tak Terjebak

FRANCISCA CHRISTY ROSANA






Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

1 hari lalu

Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

Bank sentral Cina berharap bisa meningkatkan sentimen pasar terhadap sektor properti yang terlilit utang dan berpindah dari krisis ke krisis.


Ghana Beli Minyak Pakai Emas, Bukan Lagi Dolar AS

1 hari lalu

Ghana Beli Minyak Pakai Emas, Bukan Lagi Dolar AS

Ghana tak lagi membeli minyak menggunakan dolar AS, melainkan emas.


Dana Jumbo JETP Rp 311 Triliun, Skema Utang atau Hibah?

3 hari lalu

Dana Jumbo JETP Rp 311 Triliun, Skema Utang atau Hibah?

Pengamat mengatakan komitmen dari JETP itu tidak cukup. Karena transisi energi butuh Rp 500 triliun.


Jokowi Diminta Tak Hanya Andalkan Pembiayaan Transisi Energi dari JETP

3 hari lalu

Jokowi Diminta Tak Hanya Andalkan Pembiayaan Transisi Energi dari JETP

Pemerintah diminta tak hanya mengandalkan pembiayaan transisi energi dari bantuan koalisi negara maju G7+ melalui JETP.


Terkini Bisnis: Konfirmasi BLT UMKM Tidak Cair Tahun Ini, Catatan bila Subsidi BBM Dihapus

4 hari lalu

Terkini Bisnis: Konfirmasi BLT UMKM Tidak Cair Tahun Ini, Catatan bila Subsidi BBM Dihapus

Pencairan BLT UMKM semula direncanakan dilakukan pada Oktober 2022 lalu.


Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tertarik Investasi di Toko Online

5 hari lalu

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Tertarik Investasi di Toko Online

Pelaku penipuan menawari para mahasiswa IPB investasi di toko onlinenya. Diminta mengutang di pinjaman online.


Kinerja Investasi 2023, BKPM: Optimis Tapi Waspada Geopolitik Global

5 hari lalu

Kinerja Investasi 2023, BKPM: Optimis Tapi Waspada Geopolitik Global

BKPM menyatakan bahwa kondisi geopolitik global menjadi hal utama yang akan menjadi perhatian dalam pergerakan aliran investasi pada 2023.


Terpopuler Bisnis: Upah Minimum 2023 Akomodasi Inflasi, Direktur Keuangan Bank Mandiri Borong Saham

6 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Upah Minimum 2023 Akomodasi Inflasi, Direktur Keuangan Bank Mandiri Borong Saham

Ida Fauziyah mengatakan penetapan upah minimum yang akan berlaku pada 1 Januari 2023 sudah mengakomodasi dampak inflasi.


Kredit Macet Mahasiswa IPB dengan Pinjol, OJK Harap Bisa Direstrukturisasi: Agar Kembali Kuliah

6 hari lalu

Kredit Macet Mahasiswa IPB dengan Pinjol, OJK Harap Bisa Direstrukturisasi: Agar Kembali Kuliah

OJK terus berkomunikasi dengan pinjol dalam kasus kredit macet akibat investasi bodong agar ratusan mahasiswa IPB University bisa kembali kuliah.


116 Mahasiswa IPB Jadi Korban Pinjol, Pelaku Hanya Komunikasi Lewat Zoom

7 hari lalu

116 Mahasiswa IPB Jadi Korban Pinjol, Pelaku Hanya Komunikasi Lewat Zoom

Pelaku tidak pernah bertemu langsung dengan mahasiswa IPB University korban jeratan pinjol.