PPKM Darurat: Jokowi Sebutkan 6 UMKM ini Diizinkan Buka Sampai Pukul 21,00

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mekanik tengah menginstalasi motor vespa yang dikonversi menjadi motor listrik di bengkel Petrikbike, Raya Kranggan, Bekasi, Jawa Barat, Kamis 18 November 2020. Petrikbike telah banyak mengubah kendaraan roda dua dan sepeda menjadi kendaraan bertenaga listrik dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 70 Juta tergantung kecepatan dan jarak tempuh yang di inginkan. Tempo/Tony Hartawan

    Mekanik tengah menginstalasi motor vespa yang dikonversi menjadi motor listrik di bengkel Petrikbike, Raya Kranggan, Bekasi, Jawa Barat, Kamis 18 November 2020. Petrikbike telah banyak mengubah kendaraan roda dua dan sepeda menjadi kendaraan bertenaga listrik dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 70 Juta tergantung kecepatan dan jarak tempuh yang di inginkan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyusul aturan perpanjangan PPKM Darurat sampai 25 Juli, Pemerintah RI sudah mencanangkan aturan relaksasi PPKM Darurat yang rencananya mulai diberlakukan 26 Juli 2021 mendatang.

    Namun, terdapat sedikit perbedaan, dalam relaksasi PPKM Darurat, Presiden Joko Widodo atau Jokowi membolehkan beberapa UMKM untuk buka sampai pukul 21.00. "Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah," kata Jokowi.

    1. Warung sembako dan pasar penjual bahan pokok

    Warung jual sembako ini sangat diperlukan kehadirannya oleh masyarakat, karena menyangkut bahan pangan sehari-hari. Masyarakat kalangan menengah ke bawah juga lebih menggemari warung sembako dan pasar dalam memenuhi kebutuhan pokoknya, karena harga yang lebih terjangkau, dan bisa beli eceran.

    1. Pedagang kaki lima (PKL)

    Pedagang kaki lima sering ditemukan di berbagai tempat, baik di pinggir jalan besar, di dekat pasar, maupun di sekitaran sekolah-sekolah formal. Meski keberadaannya kerap diperdebatkan, tak dipungkiri pedagang kaki lima kadang memberi kemudahan, semisal PKL penjual masker yang menjamur di pinggiran jalan, mereka lebih memudahkan pengendara untuk berbelanja masker tanpa harus ke pertokoan.

    1. Toko kelontong

    Biasanya toko kelontong menjual barang-barang keperluan rumah tangga, mulai ember, gelas, tong sampah plastik, sampai sapu rumah. Tak dipungkiri, keberadaan toko kelontong lebih memudahakan masyarakat, terutama ibu-ibu yang ingin mencari perabot rumah tangga dengan harga lebih terjangkau.

    1. Agen atau outlet voucher

    Pentingnya kehadiran agen atau outlet voucher tak bisa dielakkan lagi, apalagi di masa pandemi lebih banyak orang menghabiskan kuota untuk berselancar di dunia maya. Apabila ditutup dalam waktu lama, bisa jadi malah membuat masyarakat morat-marit. Karena kebingung akan membeli kuota di mana.

    1. Pangkas rambut

    Tempat pangkas rambut cukup penting kehadirannya, terutama bagi pria yang memang rutin memangkas rambutnya. Sebab banyak pula pria yang tak bisa memangkas rambutnya sendiri.

    1. Bengkel kecil

    Bengkel, meskipun kecil sangat diperlukan, terutama di sekitaran jalan-jalan besar. Apabila ditutup dalam waktu lama, dikhawatirkan menyulitkan orang-orang yang kendaraannya rusak di tengah jalan.

    Selain enam usaha yang sudah disebutkan, pemerintah juga membolehkan pedagang asongan, tempat cuci kendaraan, laundry, dan usaha kecil lainnya buka paling lama sampai pukul 21.00. Khusus untuk pedagang makanan, pembeli boleh makan di tempat dengan maksimal waktu 30 menit. Setiap sektor usaha yang dibolehkan buka wajib menerapkan protokol kesehatan, dan harus menyesuaikan dengan peraturan pemerintah daerah masing-masing.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: Satgas Sebut 4 Pertimbangan Pelonggaran PPKM Darurat Mulai 26 Juli


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.