Neraca Perdagangan Surplus USD 1,32 M, Airlangga: Cukup Resilience saat Pandemi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima audiensi dari para insan perfilman di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat, 19 Maret 2021. Sejumlah insan perfilman yang hadir antara lain Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko. FOTO/Kemenko Perekonomian

TEMPO.CO, Jakarta - Ekspor dan impor Indonesia pada Juni 2021 mengalami peningkatan, baik secara bulanan (mtm) maupun tahunan (yoy). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan ekspor dan impor tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Indonesia terus pulih.

Ia mengatakan performa neraca perdagangan Indonesia masih cukup impresif meski di tengah pandemi Covid-19. "Performa Neraca Perdagangan yang cukup resilience di tengah pandemi tersebut perlu diapresiasi," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis malam, 15 Juli 2021.

Surplus Neraca Perdagangan telah dialami selama 14 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, termasuk pada Juni 2021 yang surplus US$ 1,32 miliar. Secara historis, surplus pada 2020 bahkan mencapai rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir dengan mencatatkan nilai sebesar US$ 21,62 miliar.

Lebih jauh, angka ini juga telah mendekati rata-rata performa surplus pada periode puncak 2001-2011 dengan nilai sebesar US$ 26,16 miliar, sebelum akhirnya Indonesia lebih sering defisit sejak 2012.

Surplus tersebut khususnya ditopang oleh beberapa komoditas nonmigas andalan Indonesia yaitu lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), serta besi dan baja (HS 72).

Namun, surplus neraca perdagangan ditekan oleh beberapa komoditas yang mengalami defisit, utamanya berasal dari reaktor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis (HS 84), mesin dan perlengkapan elektris serta bagiannya (HS 85), serta plastik dan barang daripadanya (HS 39).

“Untuk menjaga keberlanjutan surplus perdagangan ke depan, perlu terus dicermati beberapa faktor kunci,” kata dia.

Faktor kunci tersebut antara lain stabilitas pertumbuhan permintaan global khususnya pada pasar utama, peran dan fungsi perwakilan perdagangan (Perwadag) dalam mendorong peningkatan ekspor, dinamika perkembangan harga dan volume ekspor komoditas utama dan potensial, dan strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan impor khususnya pada komponen impor konsumsi.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia tercatat US$ 18,55 miliar dan impor USUS$17,23 miliar pada Juni 2021. Nilai ekspor tersebut mencatatkan rekor tertinggi sejak Agustus 2011, sedangkan nilai impor merupakan tertinggi sejak Oktober 2018.

Jumlah ekspor tersebut meningkat 54,46 persen secara tahunan (yoy) yaitu dari US$ 12,01 miliar di Juni 2020 menjadi US$ 18,55 miliar di Juni 2021. Sedangkan impor naik 60,12 persen dari US$ 10,76 miliar di Juni 2020 menjadi US$ 17,23 miliar di Juni 2021.

Baca Juga: Singapura Segera Tambah Bantuan Iso Tank dan Liquid Oxygen ke RI






Bahlil Sebut Minimnya SDM Berkualitas Hambat Hilirisasi: Harus Berbesar Hati Terima dari Luar

11 jam lalu

Bahlil Sebut Minimnya SDM Berkualitas Hambat Hilirisasi: Harus Berbesar Hati Terima dari Luar

Bahlil menyebutkan salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mendorong hilirisasi adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air.


Vaksin Covid-19 Indovac Segera Diekspor, Bos Bio Farma: Sertifikat Halal Jadi Nilai Tambah

12 jam lalu

Vaksin Covid-19 Indovac Segera Diekspor, Bos Bio Farma: Sertifikat Halal Jadi Nilai Tambah

"IndoVac memenuhi kebutuhan aspek halal dan thayyib yang memperkuat jaminan kualitas dan keamanan atas vaksin," kata Dirut Bio Farma Honesti Basyir.


Donetsk Mulai Ekspor Batu Bara

14 jam lalu

Donetsk Mulai Ekspor Batu Bara

Perdana Menteri Donetsk People's Republic mengkonfirmasi kalau batu bara di Donetsk, Ukraina, sedang dikirim ke Turki.


Kiat Sukses Kampung Souvenir Garap Pasar Internasional Bersama Shopee

15 jam lalu

Kiat Sukses Kampung Souvenir Garap Pasar Internasional Bersama Shopee

Tas rotan merupakan produk favorit Kampung Souvenir untuk diekspor


Tahun Depan, Peserta Program Kartu Prakerja Terima Insentif Rp 4,2 Juta

1 hari lalu

Tahun Depan, Peserta Program Kartu Prakerja Terima Insentif Rp 4,2 Juta

Pemerintah akan menaikkan sesaran insentif Kartu Prakerja menjadi Rp 4,2 juta pada tahun depan.


Sudah 11 Hari Rupiah di Atas 15.000 per USD, Pengusaha Khawatirkan Beban Harga Pokok Produksi

1 hari lalu

Sudah 11 Hari Rupiah di Atas 15.000 per USD, Pengusaha Khawatirkan Beban Harga Pokok Produksi

Beban harga pokok produksi semakin tinggi setelah nilai tukar rupiah betah di level atas Rp 15.000 per dolar AS selama 11 hari ini.


Pertemuan Puan Maharani dan Airlangga Diperkirakan Digelar Sabtu Ini

1 hari lalu

Pertemuan Puan Maharani dan Airlangga Diperkirakan Digelar Sabtu Ini

Sebelumnya Puan Maharani telah sowan ke Partai NasDem, Partai Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


Ancaman Resesi, Pemerintah Pede Ekspor Kuat karena Manufaktur Terus Ekspansif

1 hari lalu

Ancaman Resesi, Pemerintah Pede Ekspor Kuat karena Manufaktur Terus Ekspansif

Pemerintah mengaku optimistis terhadap kinerja ekspor Indonesia meskipun ancaman resesi perekonomian global di depan mata.


Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

1 hari lalu

Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

Katherine, mahasiswa Unair yang menjalani International Undergraduate Program jurusan Psikologi. Simak kisahnya.


BRIN Kembangkan 61 Teknologi, Ada yang untuk Memperlambat Kematangan Pisang

1 hari lalu

BRIN Kembangkan 61 Teknologi, Ada yang untuk Memperlambat Kematangan Pisang

BRIN mengembangkan teknologi untuk memperpanjang umur komoditas hortikultura.