Kemenperin Sebut 600 Oksigen Konsentrator dari Cina Akan Tiba di RI Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menurunkan tabung oksigen yang akan didistribusikan di Posko Rescue Oxygen, Monas, Senin, 5 Juli 2021. Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Krakatau Steel di Cilegon Banten untuk mengisi tabung oksigen yang kosong. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menurunkan tabung oksigen yang akan didistribusikan di Posko Rescue Oxygen, Monas, Senin, 5 Juli 2021. Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Krakatau Steel di Cilegon Banten untuk mengisi tabung oksigen yang kosong. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perindustrian mencatat sebanyak 600 oksigen konsentrator siap masuk ke Indonesia dari Cina. Alat yang berfungsi memproses oksigen dengan cara mengambil udara di ruangan sekitar tersebut diimpor oleh Indorama.

    “Sudah ada yang on the way dan hampir sampai. Kami pesan 600 lewat Indorama. Berebutan di sana (Cina), ada juga yang sedang menunggu kapal, lalu masalah jadwal perjalanan, jadi perlu waktu untuk tiba di Indonesia,” ujar Direktur Industri Kimia Hulu, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Kementerian Perindustrian Fridy Juwono saat dihubungi Tempo, Kamis, 8 Juli 2021.

    Fridy mengatakan pengadaan oksigen dilakukan menggunakan mekanisme business to business atau B to B. Setelah barang tiba di Indonesia, ia mengklaim Indorama akan mendonasikannya kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB untuk didistribusikan ke rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

    Menurut Fridy, saat ini Indonesia baru menjajaki kerja sama dengan Cina untuk pengadaan oksigen konsentrator. Sedangkan dengan Singapura, Indonesia masih dalam proses komunikasi.

    Faktor jarak yang relatif dekat merupakan alasan Indonesia untuk mengimpor konsentrator dari Negeri Tirai Bambu. “Cina adalah negara yang sumber produksinya paling dekat. Juga dari sisi ketersediaannya kan di Cina distribusi jalan, produksi jalan. Kalau dari Eropa jauh,” ujar Fridy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.