Kata Sandiaga Soal Industri Musik yang Secara Global Rugi USD 30 Miliar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14 Juni 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14 Juni 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pandemi Covid-19 telah berdampak pada industri musik.

    “Majalah Pollstar bahkan memperkirakan industri telah merugi lebih dari US 30 miliar tahun lalu akibat pembatalan konser dan live music,” kata Sandiaga dalam Webinar G-CINC Expert Series pada Senin, 21 Juni 2021.

    Menurut dia, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia Maret 2020, hampir semua sektor bisnis merasakan dampaknya. Tidak ketinggalan dalam hal ini bisnis industri musik.

    Setelah pandemi menjangkit, semua berubah drastis. Rekaman berubah, konser dibatalkan, artis dan penyanyi menghadapi banyak tantangan.

    ADVERTISEMENT

    “Pandemi telah mendorong kita ke lanskap yang secara dramatis mengubah kebiasaan dan kehidupan kita. Itu termasuk cara kita menjalankan bisnis dan menetapkan kembali prioritas kita,” ujar Sandiaga.

    Tak hanya itu, musisi dan praktisi lokal hampir tidak dapat beradaptasi karena banyak faktor, dari kurangnya pendapatan, teknis, dan peluang. Ia mengungkapkan perlu menemukan perspektif baru tentang cara mengubah gameplay di industri musik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.