Cegah Penyebaran Covid-19, KAI Perketat Penerapan Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang mengantre untuk menaiki kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu, 19 Mei 2021. Menurut data PT KAI, sebanyak 7.045 calon penumpang dari total 20 keberangkatan kereta api meninggalkan stasiun tersebut pada Rabu, 19 Mei 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Calon penumpang mengantre untuk menaiki kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu, 19 Mei 2021. Menurut data PT KAI, sebanyak 7.045 calon penumpang dari total 20 keberangkatan kereta api meninggalkan stasiun tersebut pada Rabu, 19 Mei 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tetap mengoperasikan Kereta Api sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dimana KAI mengacu kepada SE Kementerian Perhubungan Nomor 35 Tahun 2021.

    Namun, dengan meningkatnya kasus Covid-19 di berbagai daerah, KAI semakin memperketat pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan baik di stasiun maupun selama dalam perjalanan.

    “Setiap pelanggan Kereta Api Jarak Jauh harus tetap menunjukkan surat negatif Covid-19 dari pemeriksaan GeNose C19 maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan Kereta Api atau hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen maksimal 3x24 jam sebelum jadwal keberangkatan Kereta Api,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

    KAI memastikan pelanggan yang berhak naik kereta api telah memenuhi persyaratan dokumen tersebut serta persyaratan lainnya seperti dalam kondisi sehat dan memakai masker dengan sempurna. Jika saat boarding didapati pelanggan tidak memenuhi salah satu syarat tersebut, maka pelanggan dilarang naik kereta api dan tiketnya dapat dibatalkan dengan pengembalian bea seratus persen.

    ADVERTISEMENT

    Sementara itu, bagi pelanggan yang bergejala Covid-19 saat di atas kereta, maka petugas akan mengarahkannya ke ruang isolasi. Pelanggan tersebut akan diturunkan di stasiun terdekat yang tersedia fasilitas kesehatan di stasiun tersebut.

    Penerapan physical distancing juga terus diawasi oleh petugas agar pelanggan tetap dapat memosisikan diri pada tempat-tempat yang telah ditentukan. Adapun untuk memastikan sanitasi dan kebersihan pelanggan tetap terjaga, KAI menyediakan wastafel dan hand sanitizer di berbagai titik strategis.

    Kebersihan juga KAI perhatikan baik di stasiun maupun saat perjalanan kereta api. KAI memastikan stasiun selalu dalam kondisi bersih dan steril dengan secara berkala disemprot disinfektan. Sedangkan untuk rangkaian kereta, dilakukan penyemprotan disinfektan dan pencucian pada bagian interior dan eksteriornya sebelum berangkat. Petugas juga dengan rutin membersihkan area interior kereta setiap 30 menit sekali dengan disinfektan.

    “Seluruh pelanggan diwajibkan selalu menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Jika pelanggan kedapatan lalai menerapkan protokol kesehatan, petugas dengan tegas segera mengingatkan pelanggan tersebut,” kata Joni.

    Sementara itu, KAI telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada 33 ribu pegawai atau 73 persen dari keseluruhan pegawai KAI dan anak-anak usahanya. Vaksinasi yang dilakukan secara masif ini ditujukan untuk melindungi pekerja dan pelanggan KAI dari paparan Covid-19. Adapun guna mencegah terjadinya klaster perkantoran, KAI menerapkan work from home (WFH) seratus persen bagi pegawai administrasi pada 18 sampai dengan 25 Juni 2021.

    Baca Juga: KAI Luncurkan Kereta Api Yogyakarta - Cilacap, Tarif Mulai Rp 90 Ribu

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.