Cerita Indra Bekti Soal Manfaat Tol Laut Bagi Beras Indramayu Berkualitas Tinggi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indra Bekti. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Indra Bekti. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebritas sekaligus pengusaha Indra Bekti bersyukur dengan adanya tol laut di Indonesia. Pasalnya, proses pengiriman Beras Indrabekti (beras Indramayu berkualitas tinggi) yang dia produksi bisa lebih mudah dan cepat.

    "Saya sangat merasakannya sih apalagi di pandemi saat ini bahwa kemudahan-kemudahan itu, inovasi-inovasi dari Kementerian Perhubungan luar biasa," katanya, Senin, 7 Juni 2021.

    Indra Bekti bercerita, sebelum adanya tol laut, harga berasnya bila dikirim ke Indonesia Timur seperti Papua bisa melonjak tajam. Namun kini, dengan adanya tol laut biaya pengiriman bisa lebih murah sehingga biaya yang dikeluarkan tidak membengkak dan harga jual di sana juga terjangkau.

    "Kalau dulu mungkin kalau misalnya kita mau kirim ke Papua itu pasti harga berasnya akan menjadi tambah mahal, tetapi saat ini dengan adanya tol laut ini luar biasa sekali. Pengiriman barang sebegitu mudahnya dan cepat sehingga harganya pun terjangkau untuk di Papua," tuturnya.

    Terpisah, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura terus melakukan upaya-upaya optimalisasi program tol laut di Papua guna mencapai tujuan utama program tol laut yakni menekan disparitas harga di wilayah tersebut.

    Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Jayapura (KSOP Kelas II Jayapura) Taher Laitupa mengatakan penyelenggaraan tol laut di tanah Papua merupakan perwujudan salah satu visi poros maritim Indonesia. Tol laut di wilayah tersebut adalah Trayek T-19 dengan armada KM Logistik Nusantara 2.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.