Sandiaga Ancam Tutup Hotel-hotel yang Jadi Lokasi Prostitusi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bekerja di ruangannya di Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis 27 Mei 2021. Menparekraf Sandiaga Uno bersama jajarannya melakukan 'Work from Bali' atau bekerja dari Bali serta mendukung program 'Work from Bali' yang dicanangkan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi agar dapat direalisasikan sebagai salah satu upaya untuk membantu pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bali yang terdampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bekerja di ruangannya di Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis 27 Mei 2021. Menparekraf Sandiaga Uno bersama jajarannya melakukan 'Work from Bali' atau bekerja dari Bali serta mendukung program 'Work from Bali' yang dicanangkan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi agar dapat direalisasikan sebagai salah satu upaya untuk membantu pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bali yang terdampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menanggapi maraknya hotel yang menjadi sarang jaringan prostitusi online di Jakarta. Sandiaga mengatakan akan segera menindak hotel yang ketahuan terlibat dalam bisnis haram tersebut.

    “Kami menindak tegas pihak hotel yang menjalankan prostitusi online di hotel-hotel yang melibatkan anak di bawah umur,” ujar Sandiaga dalam press briefing di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Juli 2021.

    Sejumlah hotel di Jakarta ditutup oleh pemerintah provinsi lantaran terlibat bisnis prostitusi. Belakangan, penutupan dilakukan secara permanen untuk Hotel Wisma Prima di Taman Sari dan Hotel Dreamtel Menteng.

    Sandiaga mengatakan telah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (KPPPA) untuk mencegah praktik prostitusi di hotel-hotel seluruh Indonesia. “Kami melakukan pengawasan agar tidak menyimpang dalam pemanfaatannya,” ujar Sandiaga.

    ADVERTISEMENT

    Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menutup permanen operasional Hotel Wisma Prima pada 31 Mei. Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari hasil sidak Polda Metro Jaya pada Kamis 20 Mei 2021 yang menemukan praktik prostitusi online dan melibatkan 37 remaja.

    Hotel tersebut ditutup secara permanen karena telah melanggar Peraturan Daerah DKI Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Selain itu, hotel tersebut juga melanggar pasal 55 Peraturan Gubernur DKI Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

    Pada hari yang sama, Satpol PP juga menutup Hotel Dreamtel Menteng. Hotel ini merupakan satu jaringan dengan Hotel Wisma Prima.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.