Tokopedia dan Gojek Bicara Potensi Pertumbuhan Transaksi Pasca-Merger

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Gojek dan Tokopedia. Tokopedia

    Ilustrasi Gojek dan Tokopedia. Tokopedia

    TEMPO.CO, JakartaTokopedia dan Gojek melihat adanya potensi pertumbuhan transaksi setelah kedua perusahaan melakukan aksi merger. Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan lini usaha Gojek yang berfokus pada bisnis makanan, yakni GoFood, akan turut mengalami peningkatan pemesanan.

    “Kalau bicara target kami tidak bisa membagikannya. Namun memang dilihat itu adalah opportunity luar biasa,” ujar Catherine dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin, 24 Mei 2021.

    Catherine mengatakan konsolidasi dua perusahaan akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses kebutuhan sehari-hari, tak terkecuali makanan dan minuman. Kondisi itu disebut-sebut akan turut menguntungkan mitra pengemudi maupun merchant karena meningkatnya jumlah pasar.

    Hingga 2021, Gojek mendata jumlah mitra pengemudi baik ojek, taksi daring, maupun pengantaran makanan mencapai 2 juta. Sedangkan mitra kuliner yang tergabung dalam GoFood telah meningkat dari tahun ke tahun dengan porsi 96 persen UMKM.

    ADVERTISEMENT

    “Di masa pandemi, peningkatannya luar biasa. Tahun lalu, banyak pihak yang mencari peluang di bisnis kuliner. Jadi banyak yang bergabung menjadi partner kami,” ujarnya.

    Adapun dalam empat tahun terakhir, Catherine mengklaim pertumbuhan transaksi Gojek telah meningkat 20 kali lipat. Ia tak berkenan menggamblangkan jumlah pasti total transaksi perusahaan.

    Head of Logistics Gojek Group Steven Halim menjelaskan kenaikan transaksi untuk lini bisnis pengiriman di e-commerce meningkat pada Ramadan 1442 Hijriah hingga 42 persen. Peningkatan terjadi akibat kolaborasi Gojek dan Tokopedia.

    “Kami harap peningkatan akan berkesinambungan dengan acara WIB (Waktu Indonesia Belanja),” kata Steven.

    Vice President of Marketplace Tokopedia Inna Chandika menjelaskan peningkatan transaksi akibat merger juga dirasakan perusahaannya. Pada Ramadan lalu, produk fashion yang dijual di marketplace Tokopedia mengalami peningkatan penjualan hingga empat kali lipat dibandingkan dengan transaksi rata-rata bulanan.

    Fashion merupakan satu dari tiga produk terlaris di Tokopedia. Selain fashion, produk yang masuk kategori favorit meliputi perabotan dan perlengkapan rumah tangga serta kesehatan dan perawatan tubuh.

    Selain penjualan produk, pertumbuhan transaksi terjadi untuk pengumpulan dana amal. “Zakat, donasi, dan wakaf yang terkumpul melalui Tokopedia juga mencapai Rp 13 miliar,” kata Inna.

    Hingga 2021, Inna mencatat jumlah merchant yang bergabung dengan marketplace Tokopedia mencapai sekitar 11 juta. Dari jumlah itu, 95 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro.

    Baca Juga: Daftar Serangan yang Membobol Data Pribadi dan Rahasia di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...