Refleksi Menaker Soal Hari Buruh di Masa Pandemi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah merefleksikan Hari Buruh Internasional atau May Day kali ini begitu pelik. Sebab, 29,2 juta penduduk usia kerja terdampak pandemi hingga akhir tahun 2020.

    “Saya kira semua kita dalam kondisi sakit. Kita mengalami bagaimana jatuhnya dunia usaha. Tidak ada pilihan kecuali tetap bersemangat menuju masa depan,” kata Ida saat menghadiri vaksinasi kelompok pekerja di Kantor PPKD Jakarta Timur, Sabtu, 1 Mei 2021.

    Dia berharap program vaksinasi Covid-19 bagi kelompok pekerja dapat mendongkrak kembali kegiatan perekonomian nasional dan di daerah. Pasalnya, hingga kuartal pertama tahun 2021 perekonomian nasional masih terkontraksi.

    “Ekonomi kuartal 1 masih negatif tapi sudah lebih baik dari kuartal 4 tahun 2020. Tidak ada pilihan lain, kita bangkit dan pulih bersama. Dialog sosial menjadi sangat penting,” tuturnya.

    Adapun, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 diperkirakan positif dan bisa tumbuh di kisaran 5 persen.

    Dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan. Menurut dia, aturan tersebut memberikan kerugian kepada buruh karena menjadi "outsourcing" seumur hidup atau tanpa batas.

    BISNIS

    Baca juga: Polisi Tangkap 22 Orang di Demo Hari Buruh di Jakarta: Penyusup Anarko?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.