Cara Mendapat BLT UMKM, Ini Dokumen yang Harus Diserahkan ke Dinas Koperasi

Reporter

Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kembali menggelontorkan bantuan untuk pelaku UMKM di masa pandemi. Program yang diberi nama Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Menengah atau BPUM ini berupa bantuan langsung tunai atau BLT UMKM 2021. BPUM merupakan program yang dilaksanakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Kementerian Keuangan RI.

Dikutip dari akun twitter resmi @KemenkopUKM pada Kamis 15 April 2021, besaran BLT UMKM 2021 adalag sebesar Rp1,2 juta.

Penerima BLT UMKM Rp 1, 2juta ini adalah warga negara Indonesia; memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik; memiliki Usaha Mikro yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM dari pengusul BPUM beserta lampirannya yang merupakan satu kesatuan; bukan ASN, anggota TNI/Polri, serta pegawai BUMN/BUMD; dan tidak sedang menerima KUR.

Bagi pelaku Usaha Mikro yang pernah mendapatkan BLT UMKM pada 2020, dapat menerima kembali di tahun 2021 dan tidak perlu melakukan pengusulan ulang.

Pelaku Usaha Mikro yang ingin menerima BLT Rp 1,2 juta dapat melengkapi usulan kepada pengusul dengan melengkapi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP elektronik; Nomor Kartu Keluarga (KK); nama lengkap; alamat (KTP dan usaha); jenis kelamin; tanggal lahir; bidang usaha; nomor telepon; dan Surat Keterangan Usaha (SKU) atau Nomor Induk Berusaha (NIB).

Bantuan akan diberikan secara langsung senilai Rp1,2 juta kepada pelaku Usaha Mikro yang sudah memenuhi persyaratan dan diberikan sekaligus. Pelaku Usaha Mikro menerima BLT UMKM Rp1,2 juta secara langsung ke rekening penerima tanpa ada pemotongan biaya apapun.

Cara mengajukan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) adalah:
1. Siapkan dokumen
Dokumen yang wajib dilampirkan untuk pengajuan calon penerima yaitu fotokopi e-KTP; fotokopi KK; fotokopi NIB atau SKU dari Kepala Desa/Kelurahan.
2. Serahkan dokumen
Calon penerima baik perseorangan atau yang dihimpun dalam kelompok diajukan kepada dinas yang membidangi koperasi dan UKM di Kabupaten/Kota.
3. Lengkapi isian formulir
Setiap pengajuan baru harus mengisi formulir berisi informasi berikut:
- NIK sesuai dengan e-KTP
- Nomor Kartu Keluarga
- Nama lengkap sesuai e-KTP
- Tanggal lahir
- Jenis kelamin
- Alamat sesuai e-KTP
- Alamat tempat usaha
- No. NIB/SKU
- Bidang usaha
- Nomor telepon seluler (yang dapat dihubungi melalui telepon, SMS atau Whatsapp)

Jika sudah terverifikasi dan dinyatakan sebagai penerima BPUM, maka:
1. Penerima bantuan akan menerima informasi dari Lembaga Penyalur melalui pesan teks atau panggilan telepon.
2. Setelah mendapatkan informasi, penerima dapat mendatangi lembaga penyalur dengan membawa dokumen berupa e-KTP, fotokopi NIB/SKU. dan Kartu Keluarga.
3. Mengkonfirmasi dan menandatangani Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) sebagai penerima BPUM.
4. Setelah verifikasi dokumen dan data, Bank penyalur akan mencairkan dana BPUM sebesar Rp1,2 juta secara langsung dan sekaligus.

Terakhir, jika pelaku Usaha Mikro ingin melakukan konsultasi, pengaduan dan pelaporan terkait program BPUM atau BLTM UMKM Rp 1,2 juta ini , bisa menghubungi melalui Call Center 1500 587 atau melalui pesan teks via Whatsapp ke 08111450587 atau email ke info@kemenkopukm.go.id. Untuk pelaporan mngenai pemungutan liar bisa melalui Satgas Saber Pungli di Call Center 193 atau SMS ke 1193 atau melalui email lapor@saberpungli.id.

WINDA OKTAVIA

Baca juga: Info Lengkap Soal BLT UMKM Rp 1,2 Juta, Siapa yang Berhak dan Cara Menerimanya






Delegasi ASEAN Tourism Forum Santap Tengkleng Sambil Nonton Ramayana dan Reog di Kampus

2 jam lalu

Delegasi ASEAN Tourism Forum Santap Tengkleng Sambil Nonton Ramayana dan Reog di Kampus

Asean Tourism Forum ini menjadi momen berharga bagi sektor wisata Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai miniaturnya Indonesia.


Sarinah Duty Free Diharapkan Bisa Bantu Produk Lokal Tembus Pasar Global

11 jam lalu

Sarinah Duty Free Diharapkan Bisa Bantu Produk Lokal Tembus Pasar Global

Akan ada produk lokal dalam Indonesian Corner di Dufry International Malaysia hingga Singapura


Jokowi Bagikan Bantuan Door to Door di Malam Hari di Bali

16 jam lalu

Jokowi Bagikan Bantuan Door to Door di Malam Hari di Bali

Jokowi yang mengenakan jaket bomber hijau menyapa warga yang masih berjaga di teras rumahnya.


Cara Daftar E-Form BRI dengan Mudah dan Cepat, Bisa Lewat HP

17 jam lalu

Cara Daftar E-Form BRI dengan Mudah dan Cepat, Bisa Lewat HP

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar E-Form BRI. Berikut persyaratan cara daftar E-Form BRI lewat HP


Mencicipi Makanan Produksi Industri Kreatif Malaysia, Ada Cokelat dari Serat Kelapa Sawit

3 hari lalu

Mencicipi Makanan Produksi Industri Kreatif Malaysia, Ada Cokelat dari Serat Kelapa Sawit

Pameran produk ekonomi kreatif Malaysia di Kota Batam direncanakan akan digelar rutin setiap tahun.


SMK Ini Sedang Membuat 100 Kafe Kontainer untuk UMKM

4 hari lalu

SMK Ini Sedang Membuat 100 Kafe Kontainer untuk UMKM

Tujuan SMK ini antara lain menciptakan SDM unggul dan membantu pemulihan ekonomi nasional. Rencana akan bikin dan sebar 200 unit kafe kontainer.


Rendahnya Tingkat Literasi Digital Jadi Tantangan Digitalisasi UMKM

4 hari lalu

Rendahnya Tingkat Literasi Digital Jadi Tantangan Digitalisasi UMKM

Sebagian besar bisnis belum memiliki strategi untuk digitalisasi umkm. Apa saja tantangannya?


50 UMKM Malaysia Promosikan Produk Kreatif di Batam

5 hari lalu

50 UMKM Malaysia Promosikan Produk Kreatif di Batam

Rangkaian acara tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk usaha kreatif pengusaha Malaysia tetapi juga Kota Batam.


TPKAD DKI Berkomitmen Meningkatkan Inklusi Keuangan di Jakarta

6 hari lalu

TPKAD DKI Berkomitmen Meningkatkan Inklusi Keuangan di Jakarta

Indeks inklusi keuangan DKI Jakarta mengalami peningkatan dari angka 94,76 persen pada 2019 menjadi 96,62 persen pada 2022.


Erick Thohir: 40 Ribu UMKM Bergabung Pasar Digital UMKM

7 hari lalu

Erick Thohir: 40 Ribu UMKM Bergabung Pasar Digital UMKM

Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir mengatakan saat ini ada 40 ribu UMKM yang bergabung di Pasar Digital UMKM