Sucor Sekuritas: Skenario Optimistis Valuasi Bank Jago Capai Rp 20.800 per Saham

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Bank JAGO di Menara BTPN, Jakarta, Jumat 15 Januari 2021. TEMPO/Subekti.

    Kantor Bank JAGO di Menara BTPN, Jakarta, Jumat 15 Januari 2021. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sucor Sekuritas mengeluarkan tiga skenario valuasi PT Bank Jago Tbk. (ARTO) berdasarkan seberapa luas bank menjangkau calon pelanggannya. Valuasi startup fintech biasanya dihitung berdasarkan penggunanya yang mana di negara maju berkisar dari US$ 1.200 per pengguna, sedangkan di negara berkembang US$ 295 per pengguna.

    Dikutip dari riset yang dirilis per Senin, 19 April 2021, Sucor Sekuritas melihat Bank Jago sebagai pionir bank dengan ekosistem digital yang kuat dan menjadi penantang baru di sektor perbankan. Pada skenario optimistis, Sucor Sekuritas memproyeksikan harga saham Bank Jago dapat mencapai Rp 20.800 per saham.

    Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Rabu, 21 April 2021, saham Bank Jago berada di level Rp 10.775 atau turun 0,23 persen dari harga penutupan hari sebelumnya. Di level harga itu, artinya harga saham Bank Jago melonjak 294,12 persen dalam enam bulan terakhir.

    Adapun skenario valuasi Bank Jago tersebut didasarkan pada seberapa luas bank dapat menjangkau calon pelanggannya. Valuasi startup fintech biasanya dihitung berdasarkan penggunanya yang mana di negara maju berkisar dari US$ 1.200 per pengguna, sedangkan di negara berkembang US$ 295 per pengguna.

    Secara umum, Sucor Securitas memiliki tiga skenario valuasi saham Bank Jago. Pertama adalah skenario konservatif yang memperkirakan Bank Jago hanya dapat melakukan penetrasi maksimal 80 persen dari basis pelanggan Gojek dengan 30 juta pengguna. Dalam hal ini, Bank Jago diskenariokan kesulitan untuk memperluas jangkauannya di luar ekosistem Gojek. 

    Hal tersebut yang akan kemudian membatasi basis pelanggan Bank Jago hanya sekitar 24 juta orang. Dengan asumsi nilai rata-rata per pengguna sebesar US$ 295, maka valuasinya sekitar US$ 7,1 miliar atau Rp 102,7 triliun (setara dengan Rp 7.400 per share) untuk Bank Jago.

    Skenario kedua adalah yang lebih memungkinkan. Analis memperkirakan Bank Jago dapat memanfaatkan ekosistem Gojek dan Tokopedia. Baik Gojek dan Tokopedia dilaporkan tengah menyelesaikan merger US$ 18 miliar dengan kesepakatan itu diharapkan akan diumumkan paling awal pada 21 April.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.