Adiguna Sutowo, Putra Mantan Bos Pertamina, Meninggal di RSPP

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adiguna Sutowo. dok.TEMPO

    Adiguna Sutowo. dok.TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Putra mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Adiguna Sutowo, meninggal pada hari ini, Ahad, 18 April 2021. Adiguna mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Pertamina atau RSPP pada pukul 04.04 WIB.

    “Inna lillahi wa ina ilaihi raji’un. Berita duka cita, telah meninggal dunia pada hari Minggu tanggal 18 April 2021 jam 04.04 pagi, Bapak Adiguna Sutowo founder MRA Group, ayahanda dari Bapak Maulana Indraguna Sutowo (Direktur Utama MRA Group),” tutur Head of Business Growth MRA Media Iwet Ramadhan dalam media sosial Instagramnya, Ahad, 18 April.

    Jenazah Adiguna rencananya dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka, Menteng, Jakarta Pusat.

    “Semoga almarhum diterima semua amal ibadahnya, dimaafkan segala kesalahannya dan diterima di tempat terbaik di sisi-Nya. Amin,” tutur Iwet.

    Adiguna adalah anak bungsu mantan Direktur Utama Pertamina, Ibnu Sutowo. Pria kelahiran 31 Mei 62 tahun lalu itu adalah bos PT Nugra Santana Grup. Perusahaannya berjaya pada era 1995-1996, namun redup saat krisis moneter pada pengujung era Orde Baru.

    Berbarengan dengan krisis 1998, Adiguna disebut-sebut mendirikan perusahaan farmasi PT Suntri Sepuri pada 1998. Bersama koleganya, ia juga mendirikan Hard Rock Cafe.

    Pada 2005, Adiguna tersangkut kasus pembunuhan. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 7 tahun penjara bagi Adiguna yang terbukti membunuh Johannes Chaerudy Natong alias Rudy di Fluid Bar, Hotel Hilton, Jakarta pada 1 Januari 2005. Namun, Adiguna Sutowo dibebaskan setelah tiga tahun mendekam di hotel prodeo.

    Baca: 5 Fakta Rusun TOD Serpong yang Disebut Erick Thohir Akan jadi Primadona Milenial


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.