5 Fakta Rusun TOD Serpong yang Disebut Erick Thohir Akan jadi Primadona Milenial

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri PUPR Pak Basuki Hadimuldjono menghadiri topping off rumah susun pertama yang terintegrasi dengan transportasi massal di Serpong. instagram.com/erickthohir

    Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri PUPR Pak Basuki Hadimuldjono menghadiri topping off rumah susun pertama yang terintegrasi dengan transportasi massal di Serpong. instagram.com/erickthohir

    TEMPO.COJakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir meyakini Apertemen Samesta Mahata atau rumah susun berkonsep transit oriented development atau TOD yang akan dibangun di Serpong bakal menjadi primadona bagi milenial. Hunian ini digadang-gadang menjadi rusun pertama yang terintegrasi dengan transportasi massal serta dirancang untuk generasi terkini.

    “Menghadirkan hunian yang nyaman, ramah lingkungan, efisien untuk menjangkau pusat bisnis juga harganya terjangkau. Ini bisa mendukung produktivitas para milenial kita,” tutur Erick Thohir dalam media sosial Instagram pribadinya, Sabtu, 17 April 2021.

    Erick telah menghadiri prosesi topping off pembangunan Tower Cattleya di Semesta Mahata Serpong bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Kegiatan ini merupakan penanda bahwa proses konstruksi telah memasuki tahap final.

    Berikut ini beberapa fakta terkait rumah susun berkonsep TOD yang dibangun untuk milenial.

    1. Digarap oleh Permunas

    Rumah Susun Samesta Mahata Serpong dibangun oleh BUMN Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional atau Perum Perumnas bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Rumah susun yang dibangun dengan investasi sekitar Rp 2 triliun ini memiliki konsep menempel dengan stasiun kereta api commuter atau KRL.

    Proyek Samesta Mahata Serpong digarap sejak 2018 dan merupakan bagian dari tiga pembangunan rumah susun berkonsep TOD. Selain di Serpong, rumah susun yang menempel dengan stasiun KRL juga dibangun di Tanjung Barat dan Pondok Cina, Depok.

    2. Terhubung dengan KRL

    Rumah susun yang mengusung konsep TOD ini langsung terhubung dengan transportasi massal, yaitu KRL. Dengan konsep ini, pemerintah berharap para penghuninya akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik lantaran mudahnya akses transportasi. Masyarakat yang tinggal di rumah susun tersebut digadang-gadang bisa memiliki waktu lebih banyak untuk keluarga.

    Erick menginginkan hunian tersebut menjadi rumah perkotaan di masa depan dan menekan kemacetan. "Penduduk Indonesia sekarang didominasi usia produktif yang menuntut efisiensi baik dalam hal waktu maupun pekerjaan. Jadi ini bisa menjadi primadona generasi milenial," ujar Erick.

    3. Jumlah unit

    Samesta Mahata Serpong rencananya dibangun dalam dua tahap. Rumah susun ini memiliki 3.632 unit hunian dengan tiga tipe, yakni tipe unit studio, dua kamar, dan dua kamar plus. Konsep rumah susun ini diklaim cocok bagi generasi milenial yang memiliki aktivitas serba cepat dengan mobilitas tinggi.

    4. Fasilitas

    Rumah susun tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas area komersil seperti modern retail, kafe, dan restoran. Kompleks hunian juga akan dilengkapi dengan arena olahraga serta hiburan yang dianggap cocok untuk milenial, seperti wall climbing, jogging track, ruang untuk yoga, ruang rapat, game, arena musik, dan titik-titik yang Instragamable. Rumah susun pun bakal dilengkapi sarana ibadah.

    5. Akses

    Selain terintegrasi dengan Stasiun Rawabuntu, rumah susun ini memiliki kemudahan akses via darat lantaran dekat dengan pintu masuk Tol Serpong-Jakarta. Lokasinya pun berada di jalan utama Tangerang Selatan yang disebut-sebut mudah dijangkau transportasi umum, seperti bus dan angkutan perkotaan. Ke depan, hunian ini akan terkoneksi langsung dengan LRT menuju Bandara Soekarno-Hatta dan perpanjangan jalur MRT dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Rawabuntu.

    Baca: Meski 16,5 Juta Penduduk Sudah Divaksinasi, Erick Thohir Mengaku Tak Happy


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.