Ada Larangan Mudik Lebaran, KAI Disebut Akan Kehilangan Masa Panen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang saat melakukan pemesanan tiket kereta api mudik lebaran 2019 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 25 Februari 2019. PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka penjualan tiket kereta api untuk angkutan lebaran 2019/1440 H mulai pada Senin, 25 Februari 2019 hingga 18 Maret 2019 dengan jadwal keberangkatan jadwal keberangkatan 26 Mei 2019 sampai 16 Juni 2019 atau (H-10) sampai (H+10). TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah calon penumpang saat melakukan pemesanan tiket kereta api mudik lebaran 2019 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 25 Februari 2019. PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka penjualan tiket kereta api untuk angkutan lebaran 2019/1440 H mulai pada Senin, 25 Februari 2019 hingga 18 Maret 2019 dengan jadwal keberangkatan jadwal keberangkatan 26 Mei 2019 sampai 16 Juni 2019 atau (H-10) sampai (H+10). TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.COJakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI diprediksi bakal kehilangan masa panen setelah pemerintah menetapkan kebijakan larangan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Laksana.

    Pasalnya, kata Aditya, periode libur Lebaran acap menjadi momentum operator angkutan untuk memperoleh peningkatan pendapatan secara signifikan. “Karena sudah dilarang, mau enggak mau itu memukul sisi bisnis,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu, 10 April 2021.

    Pada masa normal sebelum pandemi Covid-19, KAI meraup peningkatan pendapatan sebesar 15-20 persen untuk angkutan reguler. Peningkatan terjadi akibat bertambahnya jumlah penumpang menuju destinasi-destinasi mudik. Perseroan juga meraup untung lebih dari pengoperasian kereta api tambahan atau fakultatif untuk menampung tingginya minat masyarakat dengan okupansi nyaris 100 persen.

    Angkutan kereta api diakui masih menjadi sarana transportasi favorit masyarakat untuk melakukan perjalanan ke kampung halaman saat Hari Raya Idul Fitri tiba. Pada masa Lebaran 2019, KAI mengangkut total 4,4 juta penumpang. Secara kumulatif, terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 9,67 persen ketimbang 2018 yang sebesar 4,03 juta penumpang.

    Aditya mengungkapkan, sejatinya, operator kereta api sudah berharap pemerintah akan membuka ruang perjalanan mudik Lebaran pada tahun ini. Sebab, kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan semakin meningkat dan program vaksinasi telah berjalan.

    “Bahkan Menhub (Menteri Perhubungan Budi Karya) sudah sempat mencetuskan bahwa mudi tidak dilarang dalam rapat kerja bersama DPR,” tutur Aditya.

    Sebagai langkah antisipasi untuk menghadapi risiko kebijakan larangan mudik bagi bisnis kereta api, Aditya mengatakan pemerintah harus ikut memikirkan langkah-langkah pemulihan KAI. Di antaranya, pemerintah bisa mendukung restrukturisasi kredit perusahaan atau meninjau kembali grace period kredit, memberikan dana talangan, hingga membebaskan biaya akses rel.

    Baca: Dukung Larangan Mudik, ASDP Setop Penjualan Tiket Kapal Feri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.