Terkini Bisnis: Dahlan Iskan Sebut BUMN Kehausan, Tabrakan Kapal di Indramayu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dahlan Iskan. TEMPO/Imam Sukamto

    Dahlan Iskan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, JakartaBerita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang pagi hingga siang hari Ahad, 4 April 2021, dimulai dari Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang menyoroti kinerja perusahaan pelat merah dari kelompok infrastruktur dalam setahun terakhir.

    Lalu ada berita tentang Liang Xian Ltd. pada 24 Maret 2021 lalu telah memborong 1.466.033.913 saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk. dengan harga Rp 400 per lembar saham. 

    Berikutnya ada soal Direktur PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA, Santoso, menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan sebelum tenggat cum dividen pada 7 April 2021. Lalu klaim Menteri Sandiaga Uno tentang kunjungan wisatawan domestik ke Bali sudah mencapai 50 persen dari angka normal sebelum pandemi Covid-19.

    Selanjutnya ada berita tentang Tim SAR masih mencari 17 orang yang menjadi korban insiden tabrakan kapal MV Habco Pioneer dan KM Barokah Jaya di perairan Kabupaten Indramayu.

    Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

    1. Dahlan Iskan Sebut Ada BUMN yang Sudah Haus Sampai Kerongkongan

    Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Dahlan Iskan, mengulas kinerja perusahaan pelat merah dari kelompok infrastruktur yang mengalami penurunan laba bersih dalam setahun terakhir. Kondisi ini terjadi akibat sulitnya perusahaan memperoleh pendanaan, sementara manajemen harus mengeluarkan investasi yang besar untuk mengejar pembangunan infrastruktur.

    Dahlan bahkan menyebut sebagian BUMN sudah haus sampai kerongkongan. “Semoga SWF (Lembaga Pengelola Investasi) segera ada jalan. Dana dari Amerika, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Kanada segera masuk. Ada yang sudah haus sampai kerongkongan,” ujar Dahlan dalam situs resmi miliknya, Disway.id, 1 April 2021.

    Ia mencontohkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Perusahaan itu mencatatkan penurunan laba signifikan pada 2020 dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 200 miliar. Begitu juga dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk yang labanya merosot dari Rp 800 miliar menjadi Rp 128 miliar.

    Baca selengkapnya mengenai BUMN di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H