Grab for Business Diklaim Tingkatkan Efisiensi Perusahaan 35 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Grab. Twitter

    Logo Grab. Twitter

    TEMPO.CO, Jakarta - Grab mengumumkan kehadiran rangkaian layanan Grab for Business sebagai upaya memperkuat komitmennya menyediakan solusi-solusi untuk menjawab kebutuhan harian pengguna, termasuk perusahaan.

    Director of Grab for Business, Grab Indonesia Roy Nugroho mengatakan berbagai solusi digital ini dirancang untuk mempermudah pekerjaan karyawan dan bertujuan melayani kebutuhan keseharian perusahaan guna menjaga efisiensi, kontrol, produktivitas serta mengusahakan tercapainya agility selama pandemi.

    "Sebagai pelopor platform digital yang menyediakan berbagai layanan untuk mengelola kebutuhan harian perusahaan, Grab for Business telah melayani lebih dari 7.000 perusahaan termasuk Danamon, Pertamina Bina Medika, dan Bukalapak," kata Roy dalam konferensi pers virtual, Kamis, 25 Maret 2021.

    Sejak pandemi Covid-19, kata dia, banyak perusahaan yang menyesuaikan kegiatan operasional bisnis dan pengaturan skema kerjanya mengacu pada anjuran agar karyawan bekerja dari rumah atau melakukan kerja secara shift di kantor. Grab telah bekerja sama dengan pelanggan perusahaan kami untuk menyesuaikan layanan kami dengan kebutuhan mereka, berdasarkan masukan yang mereka berikan.

    Dengan semakin dibatasinya interaksi fisik, perusahaan mencari cara baru untuk melanjutkan kegiatan operasional bisnis dan berinteraksi dengan para karyawannya, sekaligus mengapresiasi kerja keras mereka dengan dukungan solusi digital.

    "Oleh karena itu, kami menghadirkan sejumlah layanan baru untuk Grab for Business yang akan membuat lebih murah berbagai urusan bisnis dan menjawab kebutuhan perusahaan untuk mengontrol kegiatan bisnisnya sehingga menjadi lebih efisien dan produktif," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.