3 Fase Kenaikan Permintaan yang Bakal Pengaruhi Harga Pangan Saat Ramadan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana aktifitas jual beli dengan dibatasi sekat plastik di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Senin, 11 Januari 2021. Selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 11-25 Januari 2021 operasional pasar tradisional di Kota Solo tetap buka dengan pembatasan waktu operasional sampai pukul 18:00 WIB dan menerapkan protokol kesehatan ketat. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Suasana aktifitas jual beli dengan dibatasi sekat plastik di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Senin, 11 Januari 2021. Selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 11-25 Januari 2021 operasional pasar tradisional di Kota Solo tetap buka dengan pembatasan waktu operasional sampai pukul 18:00 WIB dan menerapkan protokol kesehatan ketat. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) Abdullah Mansuri menyebutkan setidaknya terdapat tiga fase kenaikan permintaan selama momen Ramadan dan Idul Fitri yang bakal mempengaruhi pergerakan harga pangan.

    Momen pertama adalah tiga hari menjelang Ramadan, kedua saat menjelang Idul Fitri, dan fase kenaikan ketiga terjadi setelah Idul Fitri saat stok sejumlah komoditas berkurang akibat naiknya konsumsi selama Ramadan.

    “Untuk pertengahan sampai akhir Ramadan biasanya harga landai. Tiga fase ini perlu diantisipasi pasokannya,” kata Mansuri, Minggu, 14 Maret 2021.

    Harga sejumlah komoditas bahan pangan di pasar domestik masih stabil tinggi mengikuti kondisi harga internasional.

    Abdullah mengatakan harga gula di beberapa titik telah mencapai Rp 17 ribu per kilogram (kg). Harga ini jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang disarankan pemerintah yakni Rp 12.500 per kg.

    Adapun, lanjutnya, harga rata-rata gula secara nasional menurut laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) adalah Rp14.350 per kg pada pekan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.