50 Persen Pendapatan dari Kargo, Garuda Buka Jalur Kargo Baru Surabaya-Hong Kong

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kedua kanan) berfoto bersama kru usai meluncurkan pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bermasker pada bagian moncong pesawat di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 1 Oktober 2020. Corak masker ini dibuat oleh 60 pekerja selama 120 jam. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kedua kanan) berfoto bersama kru usai meluncurkan pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bermasker pada bagian moncong pesawat di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 1 Oktober 2020. Corak masker ini dibuat oleh 60 pekerja selama 120 jam. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) kembali membuka rute penerbangan khusus untuk mengangkut kargo dengan rute terbaru yakni Surabaya–Hong Kong.

    “Penerbangan khusus kargo Rute Surabaya–Hong Kong melayani sebanyak 1 kali setiap minggunya dengan Airbus A330-300 yang memiliki daya angkut mencapai 30-40 ton di setiap penerbangannya. Rute khusus kargo Surabaya - Hong Kong ini berangkat dari Bandara Internasional Juanda pada pukul 06.00 WITA dan tiba di Hongkong pada pukul 12.00 waktu setempat,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Minggu, 7 Maret 2021.

    Sebelumnya, Garuda Indonesia telah melayani penerbangan khusus kargo Manado – Narita, Makassar – Singapura, dan Denpasar – Hong Kong.

    Irfan mengatakan penerbangan rute khusus kargo menjadi salah satu peluang bisnis yang secara berkelanjutan untuk diperkuat. Penambahan rute tersebut berkaca dari tren kebutuhan pengangkutan kargo yang terus tumbuh.

    Tak hanya itu, ia mengemukakan pembukaan layanan penerbangan rute khusus kargo Surabaya – Hong Kong bisa mendukung peningkatan daya saing komoditas ekspor unggulan nasional, khususnya di Provinsi Jawa Timur.

    Pada penerbangan perdana tersebut, maskapai pelat merah tersebut juga mengangkut komoditas unggulan dari Jawa Timur yang terdiri dari produk UMKM Jawa Timur, komoditas perikanan, dan hasil produksi lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.