Selain Movieland, Hary Tanoe Akan Bangun Pusat Data Ala Silicon Valley di Lido

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hary Tanoesoedibjo saat meresmikan Movieland. Instagram/@hary.tanoesoedibjo

    Hary Tanoesoedibjo saat meresmikan Movieland. Instagram/@hary.tanoesoedibjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe mengatakan perusahaannya akan membangun pusat data hingga techno park untuk mengembangkan startup, layaknya Silicon Valley di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Lido, Jawa Barat.

    Dia pun berencana tinggal di sana setelah selesai di bangun. "Iya saya akan pindah ke sana kalau sudah selesai," ujar dia dalam diskusi daring, Selasa, 2 Maret 2021.

    Saat ini, perusahaan milik Hary memang tengah mengembangkan MNC Lido City yang luasnya mencapai 3.000 hektare. Hary mengatakan kawasan tersebut akan menjadi kawasan hiburan dan hospitality. Artinya, akan ada kawasan itu akan didukung oleh pelaku usaha makanan, minuman, hotel, hingga layanan masyarakat lainnya, serta dikombinasikan dengan hiburan.

    MNC Group pun berencana membuat taman hiburan tematik hingga Movieland di sana. Movieland adalah sebuah fasilitas produksi luar ruangan. Fasilitas ini akan mendukung produksi film buatan perseroan.

    "Selama ini, kami kuat membuat produksi berbasis studio. Kami memiliki studio sangat besar dengan pencahayaan, tata suara, dan akustik yang baik. Itu yang kami sudah punya. Masalahnya kami tidak memiliki fasilitas luar ruang. Sehingga, kualitas drama dan film tidak sebagus dengan luar negeri," ujar Hary.

    Karena itu Hary mengatakan perseroan pun membangun fasilitas produksi luar ruangan, termasuk hotel, perumahan elit, perdesaan, hingga taman. Fasilitas itu akan digunakan sejak pra-produksi hingga pasca-produksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.