Jokowi Ingin Semua Kendaraan di RI Ramah Lingkungan dan Berbasis Listrik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan di atas tanggul darurat saat meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Citarum di Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 24 Februari 2021. Tanggul Sungai Citarum yang jebol menyebabkan banjir di 134 titik lokasi pada 19 kecamatan di Kabupaten Bekasi dan sebanyak 27.928 kepala keluarga terdampak banjir. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan di atas tanggul darurat saat meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Citarum di Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 24 Februari 2021. Tanggul Sungai Citarum yang jebol menyebabkan banjir di 134 titik lokasi pada 19 kecamatan di Kabupaten Bekasi dan sebanyak 27.928 kepala keluarga terdampak banjir. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta moda transportasi di Indonesia ke depannya harus ramah lingkungan.

    "Saya kira moda transportasi di negara kita ke depan harus semuanya mengarah kepada kereta, transportasi massal yang ramah lingkungan, juga kendaraan-kendaraan semuanya ke depan harus ramah lingkungan, yaitu listrik,” kata dia dalam sambutannya saat meresmikan operasi KRL Yogyakarta - Solo, Senin, 1 Maret 2021.

    Sebagai contoh, KRL Yogyakarta - Solo, tutur Jokowi, adalah moda transportasi massal yang ramah lingkungan. Karena itu, beroperasinya KRL ini sesuai dengan rencana pemerintah ke depannya.

    Jokowi meresmikan pengoperasian KRL Yogyakarta - Solo pada hari ini di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Presiden berharap dengan beroperasinya KRL ini dapat menunjang mobilitas orang maupun barang sehingga dapat meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

    “Alhamdulillah pada pagi hari ini akan segera kita resmikan dan kita operasikan KRL Yogyakarta-Solo yang telah siap. Kita harapkan ini bisa membantu, baik mobilisasi orang maupun barang dari Yogya ke Solo, Solo ke Yogya, dan juga bisa meningkatkan pariwisata dan ekonomi kita,” ujarnya.

    Tak hanya ramah lingkungan, Jokowi mengatakan KRL ini membuat waktu tempuh menjadi lebih cepat sekitar 10 menit dari Kereta Prambanan Ekspress (Prameks) yang sebelumnya melayani rute yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.