Jokowi Sebut Satu Syarat Penentu Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi, Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan lembaga-lembaga keuangan dunia seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 akan positif antara 4 persen hingga 5 persen.

    "Dan kita harus membuktikan bahwa Indonesia bisa, bisa lebih baik dari yang diperkirakan," kata Jokowi dalam paparan di CNBC Economic Outlook, Kamis, 25 Februari 2021.

    Untuk mencapai hal itu, kata Jokowi, hanya butuh satu syarat sederhana. Syarat tersebut adalah energi bangsa harus bersatu, fokus untuk menangani krisis kesehatan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

    Dia menuturkan Indonesia telah menjalani satu tahun masa tersulit akibat pandemi Covid-19. Selama itu, Indonesia sudah melampaui masa tersulit pertumbuhan ekonomi.

    Jokowi pun menyebutkan di tahun 2021 ini adalah masa pemulihan ekonomi atau masa kebangkitan ekonomi. Masa kebangkitan ekonomi ini harus disambut dengan optimisme, antusias dan kerja keras penuh keberanian.

    Untuk mewujudkan pemulihan ekonomi tersebut, Jokowi mengingatkan kunci penting lainnya adalah kemampuan dalam mengatasi pandemi. Penanganan 3M, 3T dan PPKM skala mikro, kata dia, harus terus dilanjutkan. "Pada saat yang sama. sekarang ini kita besar-besaran melakukan vaksinasi," kata dia.

    Baca: Luhut Pandjaitan Jawab Chairul Tanjung Soal 4L 'Luhut Lagi Luhut Lagi'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.