Pemerintah Diminta Batasi Pergerakan Penduduk Saat Lebaran

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan masih memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta di hari terakhir libur cuti bersama Lebaran pada Minggu, 9 Juni 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Wisatawan masih memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta di hari terakhir libur cuti bersama Lebaran pada Minggu, 9 Juni 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Penerbangan dari Aviatory Indonesia, Ziva Narendra, meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan yang ketat khususnya untuk membatasi pergerakan penduduk di masa Lebaran tahun ini. Hal ini mutlak dilakukan untuk menekan kurva penyebaran virus Covid-19.

    Jika tujuannya untuk menekan risiko penyebaran Covid-19, menurut Ziva, warga dan masyarakat harus diimbau tidak bepergian atau mengadakan rencana liburan selama pandemi masih dalam status waspada atau darurat. "Jadi kita jangan dulu mendorong agar warga bepergian apalagi kalau sifatnya bukan prioritas atau sekadar liburan,” ujar Ziva saat dihubungi Tempo pada Rabu, 24 Februari 2021.

    Berkaca pada libur akhir tahun lalu, Ziva mengatakan jumlah angka positif virus Corona melonjak hingga menembus 14 ribu penambahan kasus per hari lantaran tingginya mobilisasi penumpang. Ia tak menampik kebijakan pelarangan mudik akan membuat industri transportasi, khususnya maskapai, merugi.

    Namun, kerugian akibat penjualan tiket penumpang tidak lebih besar ketimbang dampak yang ditimbulkan bila wabah tidak berhasil ditekan. Sebab, pandemi yang telah berlangsung selama setahun akan memberikan efek ekonomi berkelanjutan dalam jangka panjang.

    “Perlu diingat bahwa sebelum pandemi pun maskapai Indonesia, baik yang BUMN maupun swasta, sudah dalam kondisi merugi,” ujar Ziva.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.